Page 58 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 58

Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik  | 53

                                                6



                                 PROSES SELEKSI PEGAWAI




                    Seleksi pegawai merupakan tindak lanjut dari rekrutmen pegawai
              yang  telah  dibahas  pada  bab  sebelumya.  Seleksi  dimulai  setelah
              berakhirnya  proses  rekrutmen  pegawai.  Dengan  demikian,  seleksi
              pegawai  diawali  dengan  penerimaan  lamaran  sampai  pada  keputusan
              menerima atau menolak calon pegawai tersebut.
                    Proses  seleksi  pegawai  merupakan  salah  satu  faktor  penting
              dalam  manajemen  sumber  daya  manusia,  hal  ini  disebabkan  karena
              seleksi  pegawai  merupakan  penentuan  diterima  bagi  pegawai  yang
              memiliki  kemampuan  dan  keterampilan  yang  dipersyaratkan  oleh
              jabatan atau pekerjaan  yang lowong  dan menolak  pelamar yang tidak
              memenuhi  syarat.  Pengadaaan  pegawai  melalui  proses  seleksi  yang
              benar akan dapat meningkatkan kinerja organisasi dan sekaligus dapat
              meningkatkan keunggulan bersaing organisasi, oleh karena itu, proses
              seleksi pelamar perlu mendapat perhatian serius.
                    Pihak  manajemen  sumber  daya  manusia  harus  mempersiapkan
              segala  sesuatunya  untuk  keberlangsungan     proses  seleksi  dengan
              efektif.  Proses  seleksi  perlu  berdasarkan  pada  perencanaan  sumber
              daya manusia dan analisis jabatan yang ditetapkan sebelumnya. Dalam
              analisis  jabatan  dan  perencanaan  sumber  daya  manusia  telah
              ditetapkan  jumlah,  pengetahuan,  keterampilan,  kemampuan  dan
              karakteristik-karakteristik   lain   dari   pegawai   yang   akan   diterima.
              Jumlah  pegawai  yang  akan  diterima  ditetapkan  berdasarkan  jumlah
              jabatan  atau  pekerjaan  yang  lowong.  Demikian pula  halnya  dengan
              pengetahuan,  keterampilan  dan  kemampuan  ditetapkan   dengan
              deskripsi dan spesifikasi tertentu.
                    Pada  birokrasi  pemerintah  hal-hal  tersebut  di  atas  selama  ini
              belum  menjadi  perhatian  utama.  Dokumen  analisis  jabatan  sulit
              ditemui di instansi pemerintah, padahal dokumen ini menjadi pedoman
              dalam rekrutmen dan seleksi pegawai. Proses seleksi yang kurang baik
              dapat  menyebabkan  pegawai  kurang  professional  dan  hal  ini  dapat
              terjadi  karena  berbagai  faktor  yang  mempengaruhi,  seperti  campur
              tangan bebagai pihak, misalnya:
              Tantangan Proses Seleksi
                    Tidak  berjalannya  proses  seleksi  dengan  baik  dapat  disebabkan
              oleh  para  penyeleksi  itu  sendiri  atau  pengaruh  dari  luar.  Umumnya
              terdapat  dua  yaitu  tantangan  internal  dan  tantangan  eksternal
              (tantangan organisasi) (S.P Siagian 1994; Bernardin dan Russel, 1993).
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63