Page 59 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 59

54 | Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik


            1.  Tantangan internal
                  Tantangan  internal  sangat  berpengaruh  terhadap  proses  seleksi
            para   pelamar.   Tantangan   internal   ini   dapat   berupa   nilai-nilai
            kekeluargaan.  Nilai  kekeluargaan  ini  sering  merusak  sistem  seleksi
            pegawai  dalam  organisasi.  Misalnya,  secara  kebetulan  ada  keluarga
            seorang  pimpinan    dalam  organisasi  yang  mengikuti  seleksi,  maka
            panitia penerima pegawai pasti menerima keluarga pimpinan tersebut,
            sebab  apabila  tidak  maka  akan  berpengaruh  terhadap  karier  mereka,
            mungkin akan dimutasikan ketempat yang tidak sesuai keahlian yang
            dimilikinya atau mungkin saja dicopot dari posisinya. Persoalan serius
            akan  timbul  jika  keluarga  pimpinan  yang  diterima  tidak  sesuai
            kemampuan  dan  keahliannya  dengan  pekerjaan  yang  lowong.  Hal  ini
            akan  merusak  sistem  kerja  dan  semangat  pegawai  yang  lainnya.
            Misalnya,  pegawai  tersebut  berkualifikasi  Sarjana  Sastra,  sedangkan
            pekerjaan yang lowong ada pada bagian Organisasi dan Tata Laksana
            (ORTALA). Sebagaimana diketahui bahwa bagian ORTALA sebaiknya di
            isi oleh pegawai berkualifikasi Sarjana Administrasi Negara.
                  Kesalahan  dari  proses  seleksi  dapat  berakibat  fatal  terhadap
            kemajuan  organisasi.  Satu  kali  berbuat  kesalahan  dalam  seleksi
            pegawai,  maka  kesalahan  itu  mungkin  akan  berdampak         selama
            pegawai  itu  masih  ada  dalam  organisasi  publik,  karena  sulit  sekali
            untuk  memecat  seorang  pegawai  negeri  banyak    yang  harus
            dipertimbangkan, terutama pertimbangan kemanusiaan.
            2.  Tantangan organisasional
                  Tantangan  eksternal  yang  dapat  mempengaruhi  seleksi  pegawai
            berupa  kemampuan  keuangan  yang  dimiliki  organisasi.  Keterbatasan
            kemampuan  yang  dimiliki  akan  dapat  menurunkan  mutu  seleksi
            pegawai.  Misalnya,  menguji atau mewawancarai pelamar yang banyak
            akan  membutuhkan waktu  lama dan ini  berarti memakan  biaya yang
            banyak.
                  Hal lain yang dapat mempengaruhi proses seleksi adalah adanya
            kebijakan organisasi yang tidak tertulis, misalnya perbedaan rasio yang
            besar di antara pegawai pria dan pegawai wanita (adanya diskriminasi).
            Hal ini dapat dilihat pada organisasi tertentu yang menganggap wanita
            itu “tidak  efektif  menggunakan  waktu  kerja”, wanita  hamil  harus  cuti
            beberapa  bulan,  dan  memelihara  bayinya  atau  anaknya  yang
            mengakibatkan kegiatan-kegiatan kantor terbengkalai.
            Langkah-langkah Dalam Proses Seleksi Pegawai
                  Ada   beberapa   langkah   dalam   proses   seleksi   pegawai,   yaitu
            penerimaan    surat    lamaran,   penyelenggaraan    tes,   wawancara,
            pemeriksaan  referensi,  wawancara  atasan  langsung,  evaluasi  medis,
            keputusan   penerimaan   (S.P.   Siagian,   1994).   Langkah-langkah   ini
            dibahas secara sekilas sebagai berikut:
            Langkah 1 : Penerimaan surat lamaran
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64