Page 47 - Sampul Terkepung
P. 47
Ulah Siapa?
Semangat menanam yang digulirkan Didin dan
teman-teman sepertinya gayung bersambut. Anak-anak
di sekolahnya mulai hangat membicarakan masalah
menanam. Membicarakan keres. Teman-temannya yang
lain, termasuk adik kelasnya banyak yang mengikuti
jejak Didin. Mereka mulai mau menanam. Setidaknya di
lingkungan rumah masing-masing.
Pada sore hari, beberapa anak kelas empat dan lima
ada yang berkelompok mencari bibit keres di pekarangan-
pekarangan milik warga. Apabila menemukan, mereka
dengan senang hati akan menamnya di tempat-tempat
yang masih dibilang gersang. Anak-anak mulai demam
menanam pohon penghijauan.
Ucapan Tegar beberapa waktu lalu ternyata juga
bukan hanya isapan jempol. Pimpinan pemuda di desa
itu tersentuh dengan apa yang dilakukan Didin dan
kawan-kawan. Ia pun akhirnya mau menggerakkan
anggotanya untuk mengadakan penghijauan. Pemuda-
pemuda desa itu bekerja sama dengan aparat desa.
Bahkan mereka mengajukan permohonan bantuan bibit
tanaman ke Perhutani. Tidak cukup sampai di situ,
mereka juga minta bantuan bibit tanaman ke Mangrove
Center, sebuah pusat pelestarian alam yang berada di
pantai utara Tuban.
35