Page 44 - Sampul Terkepung
P. 44

Betapa lega hati keenam anak itu setelah berhasil
                 menanam  satu  pohon  keres.  Mereka  tampak  lebih

                 bersemangat  untuk  melanjutkan  misi  semula.  Dengan
                 dibantu Tegar, anak-anak itu kemudian mencari tempat
                 lainnya  lagi  di  sekitar  lapangan  yang  memungkinkan

                 untuk ditanami.
                      “Itu,  masih  satu.  Ditanam  di  mana  lagi?”  tanya
                 Tegar.
                      “Em, ini mau kami tanam di halaman sekolah Mas,”
                 jawab Maul.

                      “Oh, begitu.  Terima  kasih  ya,  adik-adik.  Kalian
                 sudah  mau  menanam.  Nanti  karang  taruna  akan
                 membantu  memeliharanya.  Nanti  biar  karang  taruna

                 juga ikut menanam seperti adik-adik ini,” janji Tegar.
                      “Terima  kasih  juga  Mas, sudah  dibantu,”  jawab
                 Didin.
                      Sesuai  rencana,  keenam  anak  itu  kemudian
                 berjalan beriring menuju ke sekolah mereka.

                      Sesampai  di sana,  mereka  bertemu  dengan  Pak
                 Samiran, penjaga sekolahnya.
                      “Wah, mau latihan apa ini libur-libur kok, ramai-

                 ramai ke sekolah?” tanya Pak Samiran.
                      “Ini, Pak. Kami mau menanam pohon keres,” jelas
                 Didin.
                      “Mau ditanam di mana, Din?” tanya Pak Samiran
                 lagi.





                                              32
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49