Page 167 - Hadits-Jibril-Penjelasan-Hadits-Jibril-Memahami-Pondasi-Iman-Yang-Enam-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 167
150 | H a d i t s J i b r i l
Quthb, seperti yang ia tuangkan dalam karyanya “Ma‟alim Fi
al-Thariq”, menyebutkan bahwa Islam hanya mengenal dua
golongan masyarakat; masyarakat muslim dan masyarakat
jahiliyyah , dan bahwa masyarakat yang ke dua ini adalah
34
masyarakat yang harus diperangi dengan berbagai kekuatan
senjata, karena kelompok masyarakat ke dua ini, menurut
mereka benar-benar halal dibunuh . Lihat ungkapan
35
semacam ini dari salah seorang pimpinan mereka dari
kelompok “Jama‟ah al-Nahdlah” di Tunisia, bernama al-
Ghunusyi, ia mengatakan bahwa masyarakat yang ada
sekarang adalah masyarakat kafir, juga orang-orang yang
duduk dipemerintahan adalah orang-orang kafir, sementara
Islam, menurutnya, telah memiliki ajaran untuk
memberontak kepada orang-orang semacam itu . “Jama‟ah
36
al-Nahdlah” ini pada tahun 1964 mengusung nama “al-
Jama‟ah al-Islamiyyah” . Demikian pula partai yang
37
dikomando oleh Abu al-A‟la al-Maududi mengusung nama
“al-Jama‟ah al-Islamiyyah” ini.
Sebagain peneliti mengatakan bahwa nama-nama
gerakan ekstrim dengan berbagai lebel tersebut satu sama
lainnya memiliki corak tersendiri dalam kepemimpinan dan
gerakan-gerakannya. Walaupun ada kemiripan, satu sama
lainnya tidak saling berhubungan dan tidak dikomando dari
satu pimpinan tertinggi. Namun demikian mereka memiliki
kesamaan dan datang untuk satu tujuan, ialah tujuan
ekstrimisme dan teror-teror terselubung terhadap apapun
dan terhadap siapapun yang tidak sefaham dengan mereka
34 Nashir „Athiyyah; salah seorang penulis dari Mesir, harian al-Nahar, h.
9, tanggal 2/7/1992
35 Ahmad Kamal Abu al-Majd, Majalah al-„Arabi, Kiwait, 1981
36 Lihat Majalah al-Kifah al-„Arabi, tanggal 15/2/1993
37 Lihat Majalah al-Kifah al-‟Arabi, tanggal 15/2/1993