Page 207 - Hadits-Jibril-Penjelasan-Hadits-Jibril-Memahami-Pondasi-Iman-Yang-Enam-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 207
190 | H a d i t s J i b r i l
marah orang ini menjawab: “Tidak”, maka ia
telah menjadi kafir. Seperti inilah pula yang telah
dituliskan dalam kitab Fatawa Qadlikhan”.
Al-Imam Muhammad ibn Ahmad as-Sarakhsi al-Hanafi
(w 483 H) dalam kitab karyanya berjudul al-Mabsuth, vol. 3, j.
5, h. 49, menuliskan:
ْ ْةملسمْوتأرماْونمْتنابْ ملسهداْ دتراْ اذإوْ :دترهداْ حاكنْ باب
ْ ىاْاندنعْإُْلخديْلْوأْإُْلخدْةيباتكْوأْتناك
“Bab tentang nikah seorang yang murtad.
Seorang muslim apa bila ia murtad/keluar dari
Islam maka menurut kami (ulama madzhab
Hanafi) istrinya menjadi terpisah darinya (artinya;
rusak tali pernikahannya), baik istrinya tersebut
seorang muslimah atau seorang kitabiyyah, serta
sama halnya istrinya tersebut telah disetubuhi
atau belum”.
Al-Imam Abdullah ibn Ahmad an-Nasafi (w 701 H)
dalam kitab Kanz ad-Daqa‟iq dalam pembahasan Kitab as-
Siyar, berkata:
ِ ِ
ِ
ْةقرفْ لاْعق توْ ِ حاَ كٍٓ نلاْةمصعْلطب تْةدرلاَّْ نَأْىَ لعْان باحصَأْعجمَأ
ْ
َُ ُ
ََ
ُْ
َ َُ َ ْ ََ
َ ْ
ُ
ْ ُ َ
َ
ِ
ِ
ْ ىاْ"ةدرلاْ ِ سف نبْامه ن ي ب
ٍٓ
ْ َ
َُ ََْ
“Seluruh sahabat kami (ulama madzhab Hanafi)
telah sepakat bahwa ridah/kufur (keluar dari
Islam) dapat merusak tali pernikahan, dan dengan