Page 66 - Mengungkap-Kerancuan-Pembagian-Tauhid-Kepada-Uluhiyyah-Rububiyyah-dan-al-Asma-Wa-ash-Shifat-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA-277-Hal
P. 66

64 | Mengungkap Kerancuan Tiga Tauhid

            ada  adalah,  --sebagaimana  pernyataan  ‗Umar  sendiri--,  bahwa
            beliau  bertawassul  dengan  al-‗Abbas  adalah  karena  al-‗Abbas
            adalah  seorang  yang  memiliki  kedekatan  hubungan  dengan
            Rasulullah dari segi  nasab,  karena al-‗Abbas memiliki  hubungan
            kerabat,  dan  karena  al-‗Abbas  adalah  paman  Rasulullah  yang
            sangat  dihormati  oleh  Rasulullah  sendiri.    Artinya  bahwa  al-
            ‗Abbas sangat patut untuk dijadikan wasilah karena alasan-alasan
            tersebut.  Alasan  ini  pula  yang  telah  dinyatakan  oleh  al-‗Abbas
            sendiri mengapa ‗Umar bertawassul dengan dirinya.
                   Az-Zubair ibn Bakkar meriwayatkan, sebagaimana dinukil
            oleh al-Hafizh Ibn Hajar dalam Fath al-Bari, bahwa ketika ‗Umar
            meminta al-‗Abbas untuk berdoa, maka al-‗Abbas berdoa dengan
            mengatakan:
                                          ِ
                                ِِ ِ
                                               ِ
                                                               ِ
                                      ِ
                              ْ كيبنْنمْهياَ ك ْ ملْكيَ لإْ ِ بيْاوه  جو تْموقْ لاْ  نإْمهللا
                                                        َ َ
                                                                  َ
                              َ ّ َ
                                                                  ُ
                                            َ ْ ْ ُْ َ َْ
                                         َ
                                  ْ ْ
                  “Ya  Allah,  sesungguhnya  mereka  memohon  kepada-Mu
                  melalui diriku karena kedudukan dan kekerabatanku dengan
                  Nabi-Mu”.
                   Imam  al-Hakim  juga  meriwayatkan,  -sebagaimana  pula
            dinukil oleh al-Hafizh Ibn Hajar dalam Fath al-Bari-, bahwa ‗Umar
            ibn al-Khaththab berkata di hadapan ummat Islam pada saat itu:
                                  ِ
                                               ِ
                                                          ِ

                 ْىر َْ ناكْ مَلسوْ ويَ لعْ اللْ ىلصْ اللْ َ لوسرْ   نإْ سا  نلاْ اهُّ  ََأ
                      َ َ
                   ََ
                                            َ
                                                                  َ
                                                            ُ
                           َ َ َ َ َ ْ َ ُ
                                                    ُْ َ
                                             ِِِ ِ
                                       ِ
                                ِ
                 ْ،ومسقْ ر ب َوْ ومخف َوْ ومّ ظ ْ ع َْ ،هدلاولْ دَ لوْ لاْ ىر َْ امْ ِ سا  بعْ لل ِ
                      َ ُّ
                                                   ُ
                                                         ََ َ
                                                                  َ
                                         َُ
                                                َ
                          َََ ُ ُ ّ َ ُ ُ
                                                    َ
                   ُ َ َ
                                  َُ
                                     ِِ
                     ِ
                                            ِ ِ ِ
                           ِ
                                          ِ
                 ْةَ ل يسوْهوُ ذجخاوْ ِ سا  بعْ لاْومعْفيْاللْلوسربْسا  نلاْاهُّ  ََأْاودت قاف
                                                                ْ َُْ َ
                                  َ
                                                            َ
                  ً ْ َ ُْ
                                                 ُْ َ ُ
                            َ
                                      َّ ْ
                                                              ِ ِ
                                                      ِ
                              ْ)كردتسهداْفيْمكامحاْهاور(ْمُ كبْ َ لز نْاميفْاللْ َ هذإ ِ
                                                         ََ ْ
                                                            َ
                                                    ْ
                  “Wahai ummat Islam, Sesungguhnya Rasulullah menghormati
                  al-„Abbas seperti seorang anak menghormati ayahnya sendiri.
                  Rasulullah mengagungkan al-„Abbas ini, memuliakannya dan
   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71