Page 69 - Mengungkap-Kerancuan-Pembagian-Tauhid-Kepada-Uluhiyyah-Rububiyyah-dan-al-Asma-Wa-ash-Shifat-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA-277-Hal
P. 69

Mengungkap Kerancuan Tiga Tauhid  | 67

                  menurut  suatu  pendapat  disunnahkan.  Al-Imam  Ahmad
                  mengatakan  dalam kitab Mana-sik yang beliau  tulis untuk
                  al-Marrudzi:  Orang  yang  berdoa  setelah  istisqa‟  hendaklah
                  bertawassul dengan Rasulullah dalam doa-nya. Dalam kitab
                  al-Mustau‟ab  dan  lainnya  -disebutkan-  bahwa  hal  ini
                  dipastikan sebagai (pendapat) madzhab Ahmad”. Kemudian
                  al-Buhuti  berkata:  “Ibrahim  al-Harbi  berkata:  Berdoa  di
                  makam  Ma‟ruf  al-Karkhi  adalah  obat  yang  mujarrab
                                                                  25
                  (artinya, jika berdoa di sana akan dikabulkan oleh Allah)” .
                   Al-Imam Ibrahim al-Harbi adalah seorang ulama dan sufi
            besar  yang  hidup  semasa  dengan  al-Imam  Ahmad  ibn  Hanbal.
            Beliau  benar-benar  salah  seorang  ulama  terkemuka  saat  itu,
            hingga al-Imam Ahmad ibn Hanbal memerintahkan anaknya, yaitu
            ‗Abdullah  ibn Ahmad, untuk berguru kepadanya.

                   Syekh ‗Ala-uddin al-Mardawi al-Hanbali, salah satu ulama
            madzhab  Hanbali  terkemuka,  dalam  kitab  al-Inshaf,  menuliskan
            sebagai berikut:
                                      ِ
                         ِ
                   ِ
                                                                   ِ
                                                ِ
                 ْنمْ ِ حيا  صلاْ ىَ لعْ ِ حلا  صلاْ ِ لجرلباْ لُّ سو   تلاْ زو ُ ُْ ْ يجْ اه نمو

                                                             َ
                                                                  ْ
                                 َ
                        ْ
                                             ُ
                                                                 َ َ
                                                   ُ َ
                  َ
                                                          ِ
                               ِ
                           ِ
                                                              ِ
                                        ِ
                 ْل  سو ت َْ:ِ يذورمْ للْدحَْأْماملإاْ َ لاقْ،باتسَْليقوْ،بىْ ذمْ لا
                                 َُْ
                             ُّ
                      َ
                                      ُ َ
                                                         ْ
                                                                َ َ
                                             َ ُّ َ ُ َ َ
                  ُ َ َ ّ ْ َ
                                                  َ ْ
                                ِ
                                                         ِِ
                                                 ِِ
                                                                   ِ
                                     ِ
                                ِ
                                               ِ
                                                               ِ
                                  َ
                                ْهيغوْبعو تسمْ لاْفيْوبْمزجوْ،وئاعدْفيِِْ بي  نلبا
                                       َ ْ َ
                                 ْ َ
                                                   َََ َ
                                          ْ ُ ْ
                                                           َ ُ ْ ّ
                  “Di antaranya: boleh bertawassul dengan orang saleh menurut
                  pendapat  yang  shahih  dalam  madzhab  (Hanbali),  bahkan
                  menurut  suatu  pendapat  dalam  madzhab  disunnahkan.  Al-
                  Imam Ahmad mengatakan kepada al Marrudzi: hendaklah
                  orang yang beristisqa‟ bertawassul dengan Nabi dalam doanya,

                     25   Kasy-syaf al-Qina‟, j. 2, h. 69
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74