Page 374 - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Compile 18 Januari 2019
P. 374

Buku Tentara                                                                                                                                                                                                                          Atas
                          Peta pada Jaman                                                                                                                                                                                                                       Prof. Dr. Nugroho
                          Pendudukan                                                                                                                                                                                                                            Notosusanto di
                          Jepang di Indonesia                                                                                                                                                                                                                   tengah-tengah
                          karya Nugroho                                                                                                                                                                                                                         mahasiswa UI, sesaat
                          Notosusanto,                                                                                                                                                                                                                          setelah pelantikannya
                          yang bermula dari                                                                                                                                                                                                                     sebagai Rektor UI,
                          disertasi The Peta                                                                                                                                                                                                                    Jakarta
                          Army During the
                          Japanese Occupation                                                                                                                                                                                                                   (Sumber:
                          in Indonesia                                                                                                                                                                                                                          Perpustakaan
                                                                                                                                                                                                                                                                Nasional Republik
                          (Sumber:                                                                                                                                                                                                                              Indonesia)
                          Notosusanto, 1979)
                                                                                                                                                                                                                                                                Tengah
                                                                                                                                                                                                                                                                Menteri Penerangan
                                                                                                                                                                                                                                                                Harmoko menerima
                                                                                                                                                                                                                                                                kunjungan Menteri
                                                                                                                                                                                                                                                                Pendidikan dan
                                                                                                                                                                                                                                                                Kebudayaan Prof.
                                                                                                                                                                                                                                                                Dr. Nugroho
                                                                                                                                                                                                                                                                Notosusanto
                                                                                                                                                                                                                                                                di Departemen
                                                                                                                                                                                                                                                                Penerangan pada 14
                                                                                                                                                                                                                                                                Oktober 1983
                                                                                                                                                                                                                                                                (Sumber:
                                                                                                                                                                                                                                                                Perpustakaan
                                                                                                                                                                                                                                                                Nasional Republik
                                                                                                                                                                                                                                                                Indonesia)
                                           Latar belakang dosen mengantarkan Nugroho menjadi pengajar di berbagai sekolah di lingkungan ABRI.                                                                                                                   Bawah
                                           Ia tercatat sebagai staf pengajar pada Sekolah Staf Komando Angkatan Bersenjata Republik Indonesia                                                                                                                   Mendikbud Prof.
                                           (SESKO-ABRI) pada bagian Darat, Laut, Udara, dan Kepolisian. Ia juga tercatat sebagai pengajar pada                                                                                                                  Dr. Nugroho
                                                                                                                                                                                                                                                                Notosusanto
                                           Lembaga Pertahanan Nasional (LEMHANAS) dan Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (SESDILU). Di                                                                                                                              memberikan
                                                                                                                                                                                                                                                                pengarahan
                                           samping berbagai pekerjaan tersebut, Nugroho juga menjadi Wakil Ketua Harian Pembina Pahlawan                                                                                                                        pada pembukaan
                                           Pusat, anggota Dewan Pers, dan anggota Badan Pertimbangan Perintis Kemerdekaan.                                                                                                                                      Rapat Koordinasi
                                                                                                                                                                                                                                                                Pendidikan
                                                                                                                                                                                                                                                                Menengah pada
                                           Di lingkungan kampus UI Nugroho memegang beberapa jabatan penting. Ia pernah menjadi                                                                                                                                 30 Nopember 1983
                                           Pembantu  Dekan  Bidang Kemahasiswaan FSUI, menjadi Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan                                                                                                                             (Sumber:
                                                                                                                                                                                                                                                                Perpustakaan
                                           UI, dan puncak kariernya di lingkungan UI sebagai rektor. Ia dilantik menjadi orang nomor satu di                                                                                                                    Nasional Republik
                                           kampus perjuangan itu berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 5/M/1982 untuk periode 1982-                                                                                                                          Indonesia)
                                           1986. Ketika dilantik menjadi Rektor UI ia disambut dengan kecemasan dan caci maki para mahasiswa
                                           UI. Mahasiswa menudingnya sebagai militer dan “orang pemerintah” yang disusupkan ke dalam kampus
                                           untuk mematikan kebebasan mahasiswa.

                                           Status sebagai dosen, Kepala Pusat Sejarah Angkatan Darat, dan keterlibatnnya dalam berbagai
                                           lembaga pendidikan membuat Nugroho semakin akrab dengan dunia tulis-menulis, meskipun bakat
                                           tulis-menulis sesungguhnya telah muncul sejak mengikuti pendidikan di sekolah dasar dan sekolah
                                           lanjutan. Saat itu ia mempunyai kesenangan mengarang cerita, terutama napas perjuangan.

                                           Bakat menulis Nugroho semakin tersalur ketika menjadi mahasiswa. Ia menjadi anggota redaksi
                                           harian KAMI. Pun ia menjadi koresponden majalah Forum dan menjadi redaktur majalah Pelajar. Di
                                           bidang keredaksian ia menjadi pemimpin majalah Gelora, pemimpin redaksi Kompas, anggota dewan
                                           redaksi  Mahasiswa, pengurus  Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) tahun 1955-1958,
                                           dan bersama Emil Salim pernah menjadi ketua juri hadiah sastra. Sebagai sastrawan ia dimasukkan
                                           H.B. Jassin  ke dalam Angkatan 66 dan oleh Ajip Rosidi dikategorikan sebagai sastrawan Angkatan Baru
                                           (Periode 1950-an). 4

                                           Di antara pengarang semasanya Nugroho dikenal sebagai penulis esai, padahal sebagian besar pengarang
                                           waktu itu menulis cerita pendek (cerpen) dan sajak. Pada mulanya Nugroho memang menulis cerpen
                                           dan sajak, yang sebagian besar dimuat di harian ibu kota. Oleh karena tidak pernah mendapat kepuasan
                                           dalam menulis sajak, ia kemudian mengkhususkan diri sebagai pengarang prosa, terutama cerpen dan
                                           esai. Karya prosanya dimuat di berbagai majalah dan surat kabar, seperti Gelora, Kompas, Mahasiswa,

                                           4      Ajip Rosidi, Ichtisar Sejarah Sastera Indonesia.(Jakarta: Binacipta, 1969).




                             362  MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-2018                                                                                                             MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-2018  363
   369   370   371   372   373   374   375   376   377   378   379