Page 377 - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Compile 18 Januari 2019
P. 377

Atas                                                                                                        Acara Menteri
 Menteri Pendidikan                                                                                          Pendidikan dan
 dan Kebudayaan                                                                                              Kebudayaan Prof.
 Prof . Dr. Nugroho                                                                                          Dr. Nugroho
 Notosusanto                                                                                                 Notosusanto
 melantik Inspektur                                                                                          bertindak sebagai
 Jenderal Mayjen                                                                                             Inspektur Upacara
 (Purn) Sukoco                                                                                               pada peringatan Hari
 Tjokroatmodjo                                                                                               Pendidikan Nasional
 menggantikan                                                                                                1984 di Departemen
 pejabat lama                                                                                                Pendidikan dan
 Fx. Soediono di                                                                                             Kebudayaan pada
 Depdikbud Senayan,                                                                                          tanggal 2 Mei 1984
 27 Agustus 1984                                                                                             (Sumber:
 (Sumber:                                                                                                    Perpustakaan
 Perpustakaan                                                                                                Nasional Republik
 Nasional Republik                                                                                           Indonesia)
 Indonesia)

 Tengah dan
 Bawah
 Menteri Pendidikan
 dan Kebudayaan
 Prof. Nugroho
 Notosusanto
 bersama Menteri
 Keuangan Drs.
 Radius Prawiro
 menandatangani
 SKB mengenai   Indonesia, Cerita, Siasat, Nasional, Budaya, dan Kisah. Ia menyelami zamannya, terutama tentang sastra
 pembentukan
 Tim Koordinasi   dan kebudayaan. Tulisan-tulisan yang berisi pembelaan para sastrawan muda, yaitu ketika terdengar
 Pengembangan   suara-suara tentang krisis kesusastraan, menyebabkan Nugroho Notosusanto tertarik dalam dunia
 Akuntansi dihadiri
 Eselon I di   sastra  Indonesia. Nugroholah yang  memprakarsai Simposium Sastra  FSUI pada  tahun 1953, yang
 Depdikbud Senayan  kemudian dijadikan tradisi tahunan sampai tahun 1958.
 (Sumber:
 Perpustakaan
 Nasional Republik   Sebagai  sejarawan  Nugroho  menulis  sejumlah  makalah,  artikel,  dan  buku.  Sebagian  besar  karyanya
 Indonesia)    berhubungan dengan dunia militer. Setidaknya ada 50-an karya jenis ini yang dihasilkannya.  Sebagian karya
                                                                                            5
               tersebut menjadi kontroversi, terutama yang berhubungan sejarah penggalian Pancasila, peran militer dalam
               kehidupan politik Indonesia, dan perkembangan politik Indonesia kontemporer. Kritik yang dilontarkan
               kepadanya berkenaan dengan sikapnya yang relatif menonjolkan peran militer dan Soeharto di panggung
               sejarah Indonesia kontemporer, serta mengesampingkan peran tokoh-tokoh lain seperti Soekarno.


               PEMIKIRAN DI BIDANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


               Pada  tanggal  19  Maret  1983  Nugroho  Notosusanto  dilantik  menjadi  Menteri Pendidikan  dan
               Kebudayaan Republik Indonesia dalam Kabinet Pembangunan IV. Langkah pertama yang dilakukannya
               setelah  dilantik  adalah  memberhentikan  dengan  hormat  Kelompok  Kerja  Menteri pada  bulan
               April 1983. Nugroho  menganggap  kelompok  ini merupakan  bagian  eksternal Departemen  P  &  K,
               padahal ia hanya akan memberdayakan organ internal struktural saja.

               Dalam pandangan Nugroho pendidikan nasional merupakan hal paling penting karena menentukan
               masa depan bangsa dan negara. Pendidikan nasional Indonesia haruslah berlandaskan Pancasila dan
               bertujuan meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan kecerdasan dan
               keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, serta  mempertebal semangat
               kebangsaan dan cinta tanah air. Adapun arah pendidikan nasional adalah modernisasi berlandaskan
               kebudayaan bangsa dan integrasi nasional berdasarkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

               Nugroho menekankan bahwa pendidikan bukan semata-mata menjadi kewajiban sekolah (pemerintah),
               tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga dan masyarakat. Ia menegaskan hal itu karena pada
               kenyataannya pendidikan tidak hanya dilaksanakan di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan
               masyarakat. Ia menyebut bahwa “waktu belajar” di tengah keluarga dan masyarakat jauh lebih panjang
               bila dibandingkan dengan waktu belajar di sekolah.

               5      S. Sumardi, dkk., Menteri-menteri Pendidikan dan Kebudayaan….., hlm. 80-85.




 364  MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-2018  MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 1945-2018  365
   372   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382