Page 81 - eBook Manajemen Pengantar_Neat
P. 81
liberalisasi dan fasilitasi investasi di kawasan penanaman modal
dari Jepang, Korea, Taiwan, Hongkong, Singapura, Australia,
dan akan semakin meningkat.
d. Liberalisasi, fasilitasi perdagangan, dan investasi dalam APEC
diharapkan pula akan meningkatkan mobilitas barang, jasa,
maupun orang dalam APEC. Dalam hal ini Indonesia memperoleh
keuntungan yang sebesar-besarnya di sektor pariwisata.
(Sumber: Deplu RI)
SEJARAH SINGKAT GLOBALISASI
Setelah Perang Dunia II (PD II)
AS merupakan satu-satunya negara yang tidak terkena dampak
negatif dari PD II, AS bahkan menguasai dunia secara politik, ekonomi,
dan militer. Setelah PD II, banyak perusahaan di AS mulai melakukan
investasi langsung (direct investment) dalam industri primer di luar negeri,
antara lain pertambangan dan produksi minyak bumi dan pengembangan
teknologi. Pada pertengahan tahun 1950 perusahaan-perusahaan di AS
juga aktif melakukan investasi langsung dengan mendirikan pabrik-pabrik
di luar negeri. Pada tahun 1960 perusahaan jasa di AS mulai mendirikan
bank, asuransi, dan konsultan pemasaran di negara-negara lain. Disamping
AS, pada tahun 1980 perusahaan raksasa Jepang banyak melakukan
investasi di negara sedang berkembang karena proteksi pasar AS.
Peran Perusahaan Multinasional (MNE)
Perusahaan dan individu dapat melakukan investasi di luar negara
dengan cara:
1. Melakukan investasi tidak langsung (portofolio) dengan cara membeli
sebagian saham perusahaan, dalam hal ini investor memperoleh laba
dari hasil investasi dan tidak memiliki hak suara untuk mengambil
keputusan.
2. Melakukan investasi langsung pada aktiva. Investasi langsung
dikarak-teristikkan dengan dengan keterlibatan aktif di bidang
manajemen, melalui perusahaan multinasional (MNE). MNE
merupakan perusahaan besar dengan operasi dan divisi yang
menyebar di beberapa negara yang dikontrol oleh kantor pusat
perusahaan multinasional.
70 Manajemen Pengantar

