Page 41 - Edelweis Bayan_Neat
P. 41

C.      Majaz Isti’arah

                                                            Gambar berikut mewakili kisah kapal  yang
                                                         ditumpangi Salman pada awal pembahasan pembagian
                                                         majaz berdasarkan ‘alaqahnya. Sebagaimana sudah
                                                         diketahui bahwa kapal yang membelah lautan pada

                                                         kondisi badai seperti di atas, dibahasakan dengan
                                                         menggergaji pada contoh terdahulu. Demikian cara
                                                         majaz isti’arah bekerja.

                                                            Dari  pembahasan  sebelumnya  dapat  diketahui

                                                         bahwa  majaz  yang  berasal  dari  tasybih,  khususnya
                                                         tasybih  baligh,  hanyalah  majaz  isti’arah.  Karena
                                                         hanya isti’arah-lah yang hubungan antara makna asal

                                                         dan  makna  cabangnya  saling  menyerupai  (ةهباشم).
                                                         Dalam bahasa Indonesia, tasybih baligh alias tasybih
             yang hanya mencantumkan tharafain tasybih, memiliki kesamaan dengan metafora in praesentia (Metafora
            Hadir atau Eksplisit). Sedangkan majaz isti’arah memiliki kesamaan dengan metafora in absentia (metafora
            tidak hadir atau implisit)
                    Sedangkan majaz isti’arah memiliki kesamaan dengan metafora in absentia (Metafora tidak hadir
            atau Implisit).

                    Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut:
                    1).  Metafora in Praesentia (Metafora Eksplisit)

                    Digunakan untuk membandingkan sesuatu secara langsung dengan perbandingannya (musy�
            abbah). Karena itu, maknanya bisa diketahui secara gamblang dan tidak berbelit-belit (eksplisit).

             Contoh :
             Pemuda adalah  bunga bangsa yang jadi harapan tersemainya nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
                           1
                    Pemuda dan bunga memiliki kesamaan berupa usia muda yang merupakan waktu ideal untuk
            tumbuh dan berkembang sebelum keduanya sama-sama sukses nan berbuah. Antara pemuda sebagai
            yang dibandingkan, dan bunga sebagai pembanding keduanya sama-sama disebutkan. Sehingga gam�
            blang diketahui terjadinya perbandingan.

                    2).  Metafora in Absentia (Metafora Implisit)
                    Digunakan untuk membandingkan suatu objek (musyabbah bih), tanpa menyebutkan objek lain


            1        Kata adalah tidak sama dengan kata: seperti, layaknya, bak, dsb.  Hal itu dikarenakan antara mubtada (subjek)
            dan khabar (predikat) dalam bahasa Indonesia tidak bisa diungkap secara langsung. Butuh kata: adalah, itu, merupakan,
            dsb.



                                                                  Buku Ajar Edelweis Bayan          39
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46