Page 44 - Edelweis Bayan_Neat
P. 44
(Gambar 2.4 Ilustrasi wanita dengan mata menyerupai bunga سجرن )
Di atas merupakan gambar Gulsim Ali yang merupakan seorang pemenang lomba kecantikan
di Bulgaria dengan darah campuran Turki-Bulgaria. Sedangkan bunga daffodil puisi, tumbuh di sepan�
jang Eropa Tengah, Tenggara, hingga Turki. Sehingga penulis berpendapat kurang lebih gambaran
keindahan mata wanita yang sering diasosiasikan dengan narjis yang berkelopak putih dan kuning di
sisi seputar tengah-tengah bulatannya ialah seperti di atas.
b. Isti’arah Makniyyah (Metafora Implisit Terbalik):
همز�ول نم ءيشب هيلإ� زمرو هنم راعَتسمل� ظفل اهيف فذح ام
“Isti’arah yang dibuang lafadz musta’ar minhu-nya kemudian diisyaratkan dengan sesuatu dari
kelazimannya (kelaziman musta’ar minhu yang dibuang)”
Alasan penamaan isti’arah makniyyah, dikarenakan isti’arah jenis ini tidak terjadi secara sharih
(jelas). Musta’ar minhu yang dibuang menyisakan musta’ar lah saja sehingga seakan tidak terjadi is�
ti’arah. Untuk mengetahui adanya musta’ar minhu, perlu melihat kata sebelum ataupun sesudah yang
semakna dengan musta’ar minhu. Lalu Kita perlu mengimajinasikan karakter yang sesuai dengan mus�
ta’ar minhu yang dibuang. Karena samarnya isti’arah ini dinamakanlah makniyyah (disembunyikan).
Contoh seperti perkataan al-Hajjaj bin Yusuf:
أ
اهكلامل انأ�و اهفاطَقَ ناحو تْعَنيأ� دقَ اسوؤر ىرلا ينإ�
“Sungguh aku melihat kepala-kepala yang sudah matang dan telah cukup untuk dipetik dan saya
pemiliknya.”
42 Buku Ajar Edelweis Bayan