Page 45 - Edelweis Bayan_Neat
P. 45

Dari perkataan “sudah matang” pada contoh di atas dapat diketahui bahwa al-Hajjaj menyerupa�
            kan kepala dengan buah-buahan. Yang disebutkan di sini hanya musyabbah / musta’ar lah-nya saja
            sedangkan musyabbah bih / muta’ar minhu-nya dibuang dan hanya diisyaratkan dengan sifat, yang
            lazim digunakan untuk menyifati buah-buahan alias musta’ar minhu yang dibuang, yaitu kata تْعَنيأ�

            (matang) dan kata  اهفاطَقَ (dipetik). Dengan demikian isti’arah ini termasuk Isti’arah Makniyyah (bil
            kinayah).
                    Cara mentaqrirnya:


            ،رامثل� وهو هب هبشمل� فذحو ،سوؤرل� وهو هبشمل� ركذ مث ،لكشل� ةيورك عماجب رامثلاب سوؤرل� هبش
            سأ�رلل عاني إ لا� تابثإ� ةنيرقُل�و ،ةينكمل� ةراعَتسلا� ليبس ىلع )تْعَنيأ�( عاني إ لا� وهو همز�ول نم ءيشب زمرو.



                    “Kepala-kepala” disamakan dengan “buah-buahan” karena sama-sama berbentuk bola. Kemu�
            dian disebutkan musyabbah yakni “kepala-kepala” dan dibuang musyabbah bih yakni “buah-buahan”.
            Musyabbah bih tersebut disimbolkan oleh salah satu kelazimannya yakni “matang” (تْعَنيأ�) dengan
            cara isti’arah makniyyah. Adapun qarinah-nya ialah menetapkan sifat “matang” pada “kepala”

                    Contoh lain:

                                  عفنت لا ةميمت لك تْيقُلأ� # اهرافظأ� تْبشنأ� ةينمل� �ذإ�و
               “Apabila kematian telah menancapkan kuku-kukunya maka kamu akan mendapatkan setiap jimat
                                                apa pun tidak berguna”

            زمرو ،عوبسل� وهو هب هبشمل� فذحو ،ةينمل� وهو هبشل� ركذ مث ،كلاه إ لا� عماجب عوبسلاب ةينمل� هبش
                 أ
                                                                         أ
            رافظلا� باشنإ� تابثإ� ةنيرقُل�و ،ةينكمل� ةراعَتسلا� ليبس ىلع رافظلا� باشنإ� وهو همز�ول نم ءيشب هيلإ�
                                                                                                    ةينملل.
                    Tentang perbandingannya dengan majas dalam bahasa Indonesia

                    Teman-teman tidak usah terlalu njelimet memikirkan istilah-istilah majas dalam bahasa Indone�
            sia. Pada kesempatan ini kita hanya akan menelusuri bagaimana miripnya kedua jenis isti’arah di atas
            dengan apa yang ada dalam kebudayaan kita.
                    Pertama, untuk contoh nomor satu pada awal pembahasan pembagian yakni “para kalong
            kampung”, merupakan isti’arah musharrahah. Karena jelas tidak ada kalong kampung atau kalong kota
            seperti pada ayam. Di mana dalam bahasa Indonesia istilah yang cocok ialah majas metafora implisit.
            Baik pada majaz isti’arah maupun majas metafora, bentuk inilah yang paling umum pada sebuah isti’ar�
            ah maupun metafora.

             Kedua, untuk contoh dua hingga empat yakni bulan, khabib, dan masakan ibu merupakan isti’arah
            makniyyah. Karena untuk mengetahuinya mesti memerhatikan kata-kata sekitarnya.
                    •   Bulan diserupakan dengan manusia yang mengintip (personifikasi).



                                                                  Buku Ajar Edelweis Bayan          43
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50