Page 29 - E-MODUL BIOTEKNOLOGI SMA_MA_XII
P. 29
BIOTEKNOLOGI SMA/MA KELAS XIII
2. Ligasi penempelan fragmen-fragmen DNA pada urutan yang diinginkan.
3. Transfeksi (Transfection) pemasukan DNA yang baru dibentuk ke dalam sel.
4. Seleksi pemilihan sel-sel yang sukses menerima DNA baru
b. Cell cloning
1. Kloning organisme uniselular
Mengkloning suatu sel berarti menghasilkan satu populasi sel dari sel tunggal. Proses ini
sangat mudah dilakukan pada organisme uniseluler seperti bakteri dan ragi yang hanya
memerlukan proses inokulasi pada medium yang tepat. Akan tetapi, hal ini akan menjadi suatu
pekerjaan yang menantang bila proses kloning sel tersebut dilakukan pada organisme
multiselular karena tidak terdapat medium khusus untuk menumbuhkan sel-sel ini.
2. Kloning sel punca (cloning stem cells)
Metode ini juga dikenal dengan istilah Somatic Cell Nuclear Transfer (SCNT). Teknik ini
digunakan untuk menghasilkan embrio bagi keperluan penelitian atau terapi yang digunakan
untuk memanen sel-sel punca (stem cell) yang digunakan untuk mempelajari perkembangan
manusia dan potensinya untuk memerangi penyakit. Meskipun metode ini tidak dikembangkan
untuk menghasilkan kloning manusia, metode ini menjadi dasar pengembangan kloning pada
hewan ternak, salah satunya adalah Dolly, kloning hewan pertama melalui metode SCNT.
Tahukah kamu?
Sel punca memiliki potensi yang sangat menjanjikan untuk terapi berbagai penyakit
sehingga menimbulkan harapan baru untuk dunia pengobatan. Sel punca embrionik
sangat plastis dan mudah dikembangkan menjadi berbagai macam jaringan sel, seperti
neuron, kardiomiosit, osteoblast, fibroblast, dan lainnya. Oleh karenanya, sel punca
embrionik dapat digunakan untuk transplantasi jaringan yang rusak.
c. Organism cloning
Percobaan kloning hewan menggunakan teknik SCNT pertama kali dilakukan oleh Hans
Spermann dan Hilde Mangold pada tahun 1928 menggunakan embrio amfibi yang menemukan
efek yang dikenal sebagai embryonic induction, yang dimiliki oleh berbagai bagian dari embrio
yang mengarahkan pada perkembangan jaringan dan organ tertentu.
Pada tahun 1952 Robert Briggs dan Thomas King dua orang ilmuwan dari Amerika Serikat,
mencoba menerapkan teknik kloning pada katak. Mereka memindahkan inti sel somatic dari
seekor berudu kedalam sel telur katak yang intinya telah dikeluarkan kemudian berkembang dan
menghasilkan berudu yang normal. Sepuluh tahun kemudian, pada 1962, John B. Gurdon juga
mencoba mengkloning katak. Katak hasil kloningnya banyak yang cacat (abnormal), kemudian
mengulang dan menyempurnakan percobaannya sehingga dihasilkan katak yang tumbuh noral
dan tumbuh dewasa.
18 | P a g e