Page 45 - IST Baru
P. 45

oleh Denarhanudri Dam XIV/Hsn. Yonif 601/AL dipimpin oleh Mayor Inf Suyono S. me-
                  nempatkan Detasemen Ganyang Malaysia (GM) di sepanjang perbatasan di Desa Long
                  Nawang, Ampok Kayan, Long jawe, Long Pahangai dan Long Apari. Prajurit Kodam IX/
                  Mulawarman bersama-sama satuan Komando Mandala Siaga, Sukarelawan Dwikora
                  dan rakyat pedalaman/perbatasan, telah mendukung pelaksanaan operasi Dwikora.
                  Kompartemen Sesayap dipertanggungjawabkan kepada Yonif 609 pimpinan Letda Inf
                  Sungkowo, meliputi daerah Long Bawan, Lumbis, Long Peso, Long Pujungan. Pertah-
                  anan daerah perbatasan ini didukung oleh satuan Kodam VIII/BRW dan Sukarelawan

                  Dwikora.

                         Kompartemen  ketiga di daerah Pasir merupakan persiapan kekuatan tempur
                  dan teritorial di daerah Barong Tongkok, Tabang dan Malinau. Komando Mandala Siaga
                  menugaskan pula Satgas II/Sumpit yang bermarkas di Tarakan, di bawah Kolonel Kav
                  Subagio. Satgas ll/Sumpit didukung oleh Brigif 9/BRW pimpinan Kolonel Inf Djailani,
                  dengan  Yonif 509/BRW.,  Yonif 503/BRW bertugas di daerah Malinau, Krayan, Long
                  Bawan dan Lumbis. Satgas ll/Sumpit didukung pula Brigade KKO di bawah pimpinan
                  Kolonel KKO Sutopo di pulau Nunukan dan Sebatik.

                         Selama  operasi Dwikora tahun 1963-1966, satuan Kodam IX/Mulawarman tel-
                  ah berhasil membantu pembangunan daerah perbatasan. Para prajurit di samping tu-
                  gas operasi tempur, telah membantu peningkatan kehidupan penduduk perbatasan
                  melalui penyuluhan pertanian, membuka ladang dan sawah baru, keterampilan ber-

                  tukang, menjahit, olahraga, pendidikan idiologi Pancasila, agama dan rohani. Para
                  prajurit telah pula berperan menjadi guru mengajar anak-anak desa.
                         Pembinaan  teritorial selama Dwikora telah memperkokoh kesadaran nasional

                  penduduk pedalaman dan perbatasan Kalimantan Timur. Dibidang operasi tempur,
                  satuan Kodam IX/Mulawarman telah berhasil menahan gangguan serangan musuh ke
                  wilayah Republik Indonesia. Pengalaman tugas operasi tempur di daerah pedalaman
                  telah meningkatkan kemampuan tempur prajurit.

                         Manfaat  besar yang berhasil di daerah Kodam IX/Mulawarman dari pengala-
                  man operasi Dwikora, yaitu satuan Kodam IX/Mulawarman berhasil menjangkau ham-
                  pir seluruh wilayah perbatasan dan pedalaman Kalimantan Timur yang masih sulit
                  perhubungan dan yang hanya dapat dijangkau melalui perhubungan sungai, udara
                  atau berjalan kaki.








                                                                                                                 45
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50