Page 72 - KUMPULAN_CERPEN_FLIPPING BOOK
P. 72

Integritas di Ambang Batas




                              Sonia Rakhma Maulani*


                 Andini membaca ulang pesan di layar telepon selulernya
          untuk kesekian kalinya dan menghela napas panjang. Ia mengetik
          balasan, namun membatalkannya lagi. Begitu terus. Tangannya

          gemetar. Sepinya ruangan seakan menambah tekanan pada
          mentalnya. Hanya bunyi detik jam dinding yang menunjukkan
          pukul enam sore yang terdengar.

                 Di seberang sana Pak Sekretaris Dinas yang melihat

          lawan bicaranya sedang mengetik tapi tidak juga terkirim,
          mulai tidak sabar. Diutusnya staf pendamping pemeriksaan ke
          ruangan rapat tempat Andini dan anggota tim Badan Pemeriksa
          Keuangan lainnya menguji dokumen-dokumen bukti audit.

          Staf itu mengetuk pintu sebelum membuka ruangan itu dan
          menemukan Andini sendirian.

                 “Sore Ibu, saya kira Ibu sudah pulang,” kata staf itu.

                 Andini tersenyum gugup, buru-buru menyembunyikan

          telepon selulernya. “Belum, Pak Didik. Teman-teman anggota tim
          saya suruh pulang duluan supaya tidak kelelahan, besok mereka
          pengujian lapang,” jawabnya.

                 “Salut saya dengan dedikasi teman-teman BPK dalam

          mengaudit,” puji Pak Didik. Tak lupa dia menyampaikan pesan



           64   Kumpulan Cerpen
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77