Page 75 - KUMPULAN_CERPEN_FLIPPING BOOK
P. 75

Dan sekarang, jawaban atas rasa berat itu seolah tersaji
            di hadapan Andini. Atau tepatnya, di layar pesan telepon

            selulernya. Pikiran Andini mulai mempertanyakan, jangan-
            jangan Pak Sekretaris Dinas tahu ia dalam kondisi kekurangan
            dan bermaksud baik menolong. Mungkin inilah jawaban Tuhan
            atas doa-doanya.


                    Atau mungkin bukan aku yang pertama kali mendapatkan
            tawaran ini, batin Andini lagi. Jadi kalaupun aku menerima,
            mungkin aku nggak seorang diri, pikirnya. Mungkin kalau
            nilainya tidak seberapa, semua orang akan melupakannya.
            Mungkin memang temuan itu tidak layak dimuat karena kurang

            matang prosedurnya, iya kan? Anggota timnya yang menyusun
            draft temuan itu,  Tika, juga masih baru mengikuti satu kali
            pemeriksaan. Tika tidak harus tahu kejadian sebenarnya.

                    Perlahan Andini membuka aplikasi Microsoft Excel di

            laptopnya, dan mulai memasukkan formula perhitungan sesuai
            pesan pak Sekretaris Dinas di layar telepon selulernya. Terpana ia
            akan hasil yang keluar di sana.

                    Kalau dibayarkan untuk melunasi KPR, masih ada sisa

            untuk membeli reksadana, batin Andini. Rico memang pegawai
            jujur dan selalu mengingatkan Andini untuk jaga diri, tapi toh
            ia tidak hafal persis penghasilan istrinya. Andini bisa saja bilang

            bahwa itu memang haknya. Kalau pun Rico akhirnya tahu yang
            sebenarnya, pasti Rico tidak akan mempermasalahkan kalau
            biaya Mama berobat sekian tahun ke depan aman. Iya kan?



                                                        Kumpulan Cerpen  67
   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80