Page 74 - KUMPULAN_CERPEN_FLIPPING BOOK
P. 74
Di balik peranan Andini sebagai Ketua Tim di Badan
Pemeriksa Keuangan, ia dan Rico adalah tipikal khas sandwich
generation. Terhimpit di antara kewajiban mereka menanggung
orang tua, saudara, dan Dinda, anak mereka satu-satunya.
Sementara teman-teman seangkatan Andini yang juga
merupakan pasangan suami istri bekerja sudah bermobil, punya
dana pensiun dan dana darurat, serta rajin piknik untuk menjaga
kewarasan, Andini dan Rico harus berakrobat hanya sekedar
untuk menyisihkan dana pendidikan Dinda.
“Kayaknya Ketua Tim yang nggak bermobil mah kamu
doang Ndin,” canda teman-temannya seringkali. Andini tidak
sanggup menebak-nebak apakah itu pujian atau ejekan.
Kadang ia dan Rico juga berbagi cerita bagaimana
mereka terpaksa harus menolak ajakan hangout makan siang
dari teman sekantor masing-masing. “Bekal lagi Ndin?” begitu
biasanya teman-temannya saat ajakan mereka ditolak. “Hemat
amat...banyak nih tabungannya Andin.”
Ah, mana mereka tahu betapa terhimpitnya kami, batin
Andini pedih. Mana mungkin mereka tahu persis berapa puluh
juta yang masuk dan berapa puluh juta pula yang mengalir
keluar. Kadang ia merasa berdosa karena meringis setiap harus
mengeluarkan uang untuk orang tua dan adiknya. Tuhan, apakah
ketika aku merasa ini berat artinya aku tidak bersyukur? Sering ia
bisikkan kalimat itu dalam tiap doanya.
66 Kumpulan Cerpen