Page 77 - KUMPULAN_CERPEN_FLIPPING BOOK
P. 77
Aku, Kamu, dan Secangkir Kopi
Pahit Yang Telah Dingin
Wahyu Utami*
“Pagi, Nik.”
Sekujur tubuhku merinding. Bukan karena angin pagi yang
berembus dingin setelah semalaman hujan deras mengguyur
bumi. Bukan juga karena kemeja tipis yang kukenakan ini, aku
kehabisan baju bersih karena seharian kemarin cucian belum
kering semua.
“Biasa, Nik.”
Yah.. seperti biasa. Tubuhku akan merespon suara
itu dengan cara yang aneh. Rambut lembut di lengan dan
tengkukku akan berdiri mendengar suara itu. Suaramu. Kamu.
Yang selalu kunantikan tiap pagi, seperti biasanya. Berkemeja
putih, bawahan hitam, mencangklong tas, duduk di kursi paling
pojok. Dengan pesanan yang seperti biasanya.
“Kopi hitam pahit dan telo goreng.” Kamu bahkan tak
perlu mengucapkan detail pesanan. Aku sudah mencatat dan
mengingatnya dalam kepalaku. Otak ini telah menyimpan hal
itu dengan senang hati. Dan mengirim sinyal kepada kedua
tanganku untuk melaksanakan perintah.
Kumpulan Cerpen 69