Page 82 - KUMPULAN_CERPEN_FLIPPING BOOK
P. 82

aku ingin mengucapkan semua pertanyaan ini. Tetapi bibirku
          ternyata tidak bisa sinkron dengan otak yang penuh dengan

          pemikiran ini dan itu tentang dia. Berjejal disana hingga terasa
          linglung seperti sedang terjadi gempa.

                 “Bagaimana kalau kamu tinggal bersamaku, Nik?”

                 Seperti ada palu menghantam kepalaku. Aku tak yakin
          dengan pendengaranku. Tiba-tiba bumi berputar. Aku pingsan.

          Beberapa hari kemudian aku baru tahu bahwa aku benar-benar
          harus beristirahat karena vertigo ini. Hadi mengunjungi warung
          beberapa kali untuk menemaniku. Membawakan makanan dan

          camilan. Mengobrol sebentar. Lalu pada hari yang terakhir dia
          bilang mungkin tidak bisa datang untuk beberapa hari kedepan.
          Aku tak bertanya alasan, karena aku tak bisa. Aku berada diantara
          rasa untuk memiliki dan rasa rendah diri yang selalu bertanya,
          ‘Memangnya kamu itu siapa?’


                 Kopi yang kusajikan di atas meja lagi-lagi dia biarkan
          menjadi dingin. Sosok itu pergi menyangklong tas, meninggalkan
          banyak sekali pertanyaan dalam benakku. Bolehkah aku
          menunggu kedatangannya? Apakah aku terlalu serakah jika

          menginginkan dia kembali?

                 Pada akhirnya Hadi kembali. Memesan secangkir kopi
          hitam dan tela goreng. Dan membawakan oleh-oleh. Untukmu,
          katanya seraya menyerahkan dus besar. Lalu menyerahkan tas

          kecil dengan sebuah kotak kecil didalamnya.




           74   Kumpulan Cerpen
   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87