Page 84 - KUMPULAN_CERPEN_FLIPPING BOOK
P. 84
Aku menggeleng pelan. “Dia bilang itu dari adiknya.”
“Saudara Hadi adalah anak yatim piatu. Dia tidak memiliki
saudara di sini.”
Aku menegakkan kepala menatap pria yang baru saja
berbicara. Ada sesuatu yang tiba-tiba lepas dari dadaku. Naik
ke kerongkongan dan menyumbat disana. Memaksaku untuk
menelan ludah.
“Apakah Anda tahu bahwa Saudara Hadi tertangkap
tangan menerima suap dari PT. Huda Persada? Namanya bahkan
disebut-sebut akan menjadi menantu dari pemilik perusahaan
tersebut. Benda-benda ini akan kami bawa sebagai barang bukti.
Dan Anda juga harus ikut kami untuk memberikan kesaksian.”
Kasusnya akan diusut, siapa saja yang ikut mendapat jatah.
Bisa kena vonis atau dimiskinkan.
Terngiang kembali obrolan orang-orang itu. Lalu
kupandangi meja di pojokan warung. Secangkir kopi masih
bergeming disana sejak pagi. Isinya telah menjadi dingin.
Sedingin hatiku saat ini. Ketika kusadari bahwa uang mampu
membutakan mata dan hati. Dan seseorang yang bodoh
sepertiku, hanya bisa terdiam menerima kenyataan hidup yang
tak pernah sama sekali terbayang dalam angan.
* Wahyu Utami
Aparatur Sipil Negara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pati
Juara Harapan Lomba Penulisan Cerpen BPK
Kategori Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/BPK RI
76 Kumpulan Cerpen