Page 79 - KUMPULAN_CERPEN_FLIPPING BOOK
P. 79

kata terucap dari sana. Kutatap cangkir kopi di meja dalam diam.

                    Dua jam berlalu dan kamu tak kunjung kembali. Kopimu
            telah berubah dingin.


                    “Maaf, dengan Saudari Kenik?”

                    Aku mengangguk sebagai jawaban.  Tiga orang pria
            berseragam biru tua berdiri didepan warung kopi yang baru saja

            kututup. Belum jam empat sore, tetapi aku memilih pulang lebih
            awal. Padahal warung terbiasa buka hingga tengah malam jika
            sedang ramai pengunjung. Apalagi kalau bukan karena vertigo.
            Tiba-tiba terngiang kembali berita-berita yang kulihat di televisi.
            Dan obrolan orang-orang yang datang menyeruput kopi.


                    Ratusan auditor akan menjalani evaluasi kinerja. Gara-gara
            si B yang tertangkap basah menerima 500 juta saat menentukan
            kriteria WTP.


                    Aku sama sekali tidak paham  WTP,  WDP atau apalah
            itu. Orang-orang itu  membicarakannya dengan serius. Ketika
            kusajikan kopi gelas kedua dan ketiga, orang-orang itu makin
            antusias mengobrol. Berbisik-bisik, lalu saling menatap. Berlanjut
            dengan mata melotot dan mulut menganga. Seolah baru saja

            mendengar berita terheboh di seluruh negeri.

                    “Apakah Anda kenal dengan Saudara Prihadi?”

                    Sekali lagi aku mengangguk.






                                                        Kumpulan Cerpen  71
   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84