Page 410 - BUKU KATA FADLI CATATAN KRITIS DARI SENAYAN
P. 410
Dr. Fadli Zon, M.Sc
tentunya merupakan hal yang memprihatinkan jika belakangan ini kita
kembali terjebak pada isu SARA. Namun, berbeda dengan pandangan
yang menyebut aksi intoleransi yang muncul belakangan ini lahir akibat
rendahnya komitmen terhadap persatuan, saya sejak lama menilai
penyebabnya bersifat sangat struktural, yaitu ketidakadilan sosial.
Lemahnya penegakkan hukum, menganganya ketimpangan ekonomi,
indeks keparahan kemiskinan yang terus meningkat, hukum yang tebang
pilih, ketidakadilan sosial, dan hal-hal sejenisnya, telah mendorong
lahirnya distrust di tengah masyarakat.
Poinnya, jika pemerintah gagal menciptakan keadilan, maka kohesi
sosial akan cenderung melonggar. Sehingga, untuk mengatasi aksi-aksi
intoleransi yang belakangan marak, tentu tak bisa diselesaikan melalui
jargon dan doktrin, melainkan dengan cara mengatasi problem struktural
yang ada di tengah masyarakat kita.
Sayangnya, strategi pembangunan pemerintah yang bertumpu
pada utang dan pembangunan infrastruktur terbukti tak kondusif dalam
mengatasi ketimpangan, kemiskinan, pengangguran, dan problem-
problem struktural lainnya. Selama empat tahun pemerintahan Jokowi,
jumlah pengangguran kita, misalnya, hanya turun sebanyak 373.641 orang.
Pencapaian ini masih kalah jika dibandingkan empat tahun pertama
Pemerintahan SBY-JK di mana pengangguran turun sebanyak 823.761
orang, dan empat tahun pertama Pemerintahan SBY-Boediono di mana
jumlah pengangguran turun sebesar 1.721.720 orang. Itupun kalau kita
menghitung dengan ukuran pengangguran yang sumir.
Begitu juga halnya dengan kemiskinan. Indeks Kedalaman
Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) selama 4 tahun
pemerintahan Jokowi tidak banyak mengalami perubahan. Di wilayah
perdesaan, indeksnya bahkan semakin buruk. Dalam empat tahun terakhir,
indeks keparahan kemiskinan di perdesaan angkanya kian memburuk,
dari 0,57 pada September 2014 menjadi 0,63 pada Maret 2018. Begitu juga
dengan kedalaman kemiskinan, indeksnya memburuk dari angka 2,26 pada
September 2014 menjadi 2,37 pada Maret 2018.
Jika parameter-parameter keadilan seperti kemiskinan,
pengangguran, dan ketimpangan kondisinya tak kunjung membaik,
persatuan kita bisa terancam. Ini harus diperhatikan betul oleh pemerintah.
430 KATA FADLI