Page 428 - BUKU KATA FADLI CATATAN KRITIS DARI SENAYAN
P. 428

SOSIAL DAN   BAB XX
                                                                       KEBUDAYAAN




                                                (3)


                               KEWAJIBAN MENYANYIKAN
                         LAGU INDONESIA RAYA TIGA STANZA
                                  MENABRAK KEBIASAAN





                                  ACANA  dan langkah Kementerian Pendidikan dan
                                  Kebudayaan untuk mewajibkan para siswa di sekolah
                                  menyanyikan kembali lagu “Indonesia Raya” dalam
                                  versi tiga stanza pada kesempatan-kesempatan
                Wtertentu menurut saya sebaiknya dikaji kembali dengan
                 memperhatikan pendapat para sejarawan dan pendidik. Jadi, tidak boleh
                 secara sepihak diwajibkan begitu saja oleh Kementerian.
                      Menurut saya, sebelum melontarkan wacana dan mulai
                 mensosialisasikan kembali lagu  Indonesia Raya versi tiga stanza,
                 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebaiknya mengkaji secara
                 mendalam persoalan tersebut dengan meminta pendapat para sejarawan
                 dan tokoh pendidikan terlebih dahulu. Ini persoalan yang bisa melahirkan
                 kontroversi. Bahkan, sepuluh tahun lalu persoalan ini pernah jadi
                 kontroversi.
                      Jika merujuk kepada Peraturan Pemerintah No. 44/1958 tentang
                 Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan UU No. 24/2009 tentang Bendera,
                 Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, lagu “Indonesia Raya”
                 memang bisa dinyanyikan dengan cara satu stanza atau cara tiga stanza.
                 Kedua-duanya sama-sama dibenarkan oleh undang-undang.
                      Masalahnya, selama lebih dari setengah abad, bahkan hampir dalam
                 semua acara resmi kenegaraan sejak kita merdeka, pada praktiknya kita
                 hanya menyanyikan lagu kebangsaan versi satu stanza saja, tak pernah
                 lengkap tiga stanza. Sehingga, jika kini pemerintah mewajibkan para siswa
                 di sekolah untuk menyanyikan lengkap tiga stanza, bisa muncul beberapa
                 persoalan.
                      Pertama, secara teknis ini akan memunculkan kebingungan di tengah




                                                                  CATATAN-CATATAN KRITIS  453
                                                                         DARI SENAYAN
   423   424   425   426   427   428   429   430   431   432   433