Page 475 - BUKU KATA FADLI CATATAN KRITIS DARI SENAYAN
P. 475
Dr. Fadli Zon, M.Sc
sebenarnya diukur oleh tiga indikator, yaitu kemiskinan, pengangguran,
dan ketimpangan. Jadi, ukuran keberhasilan pembangunan bukanlah
berapa ribu kilometer jalan tol yang berhasil dibangun, tapi berapa jumlah
orang miskin yang kini hidupnya sejahtera.
Meski diklaim berkurang, jumlah orang miskin tahun 2014 dengan
2017 sebenarnya tak jauh beda. Secara agregat jumlahnya memang
berkurang sedikit, tapi merujuk pada indeks kedalaman kemiskinan, dalam
tiga tahun terakhir orang miskin ternyata semakin bertambah buruk
kehidupannya. Itu tentu bukan capaian yang baik.
Pemerintah harus mengubah haluan pembangunan dari berorientasi
fisik menjadi lebih berorientasi kepada manusia. Ini yang disebut ‘people
centered development’. Makanya berkali-kali saya mengingatkan agar
pemerintah segera evaluasi kembali pembangunan infrastruktur yang
telah mereka canangkan.
Dalam bidang pertanian dan kemaritiman, misalnya, saya menilai
program pembangunan pemerintah belum berorientasi kepada petani dan
nelayan. Target pemerintah masih saja hanya di soal kulit, seperti misalnya
swasembada pangan.
Saya kasih contoh di bidang kemaritiman dan perikanan.
Memberangus illegal fishing adalah penting, namun memberangus
kemiskinan nelayan merupakan kewajiban pemerintah. Akibat
pemberantasan ilegal fishing, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
selalu mengklaim sumber daya ikan kita meningkat. Produksi perikanan
pun meningkat dari 19,42 juta ton per tahun pada 2013 menjadi 21,72 juta
ton per tahun.
Seharusnya, seiring dengan sumber daya ikan yang melimpah di
laut, maka kesejahteraan nelayan juga bertambah. Bukankah ironis, saat
pemerintah mengklaim jumlah sumber daya ikan kita meningkat, namun
nelayannya ternyata hidup miskin?
Saat saya bicara dengan nelayan di Ciparage, Kabupaten Karawang,
misalnya, mereka justru mengeluhkan semakin sulitnya melaut saat
ini. Selain harga BBM semakin mahal, dan sulit didapat, mereka juga
502 KATA FADLI