Page 247 - BUKU SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN
P. 247

SEABAD RAKYAT INDONESIA
           BERPARLEMEN





                                       Jusuf Habibie, yang kala itu menjadi Wakil Presiden, kemudian segera
                                       didapuk menjadi presiden ketiga republik Indonesia

                                       Bacharuddin  Jusuf  Habibie,  atau  yang  lebih  dikenal  sebagai  B.J.
                                       Habibie,  bukan  orang  asing  bagi  Soeharto  serta  sebagian  besar
                                       masyarakat kala itu. Dia seorang penemu dan peneliti lulusan Jerman
                                       yang mengkhususkan diri pada keilmuan teknik penerbangan. Habibie,
                                       sebelum menjadi Wakil Presiden, sudah beberapa periode berada di
                                       dalam  Kabinet  Pembangunan  Soeharto.  Ia  masuk  kabinet  pertama
                                       pada 1978.


                                       Segera setelah menjadi Presiden, Habibie kala itu melakukan serang-
                                       kaian kebijakan populis untuk mendongkrak popularitasnya, karena di-
                                       anggap oleh sebagian kalangan dirinya hanyalah bayang-bayang dari
                                       presiden sebelumnya serta mempunyai legitimasi yang lemah dalam
                                       menjalankan  pemerintahan. Untuk  maksud  itulah  kemudian  dirinya

                                       dan  perwakilan  DPR/MPR  kala  itu  bersepakat  mengadakan  Sidang
                                       Istimewa MPR pada akhir 1998.

                                       Agenda Sidang Istimewa itu adalah untuk mencabut Ketetapan MPR
                                       RI Nomor XIV/MPR/1998 tentang Perubahan dan Tambahan atas Ke-
           BJ Habibie sebagai Presiden
           ketiga RI.                 tetapan MPR RI No. III /MPR/1988 tentang Pemilihan Umum. Dalam

           (Sumber: Dokumentasi Pribadi)  ketetapan tersebut pemilu selanjutnya diagendakan pada 2002, kemu-
                                      dian diusulkan dapat segera dilaksanakan selambat-lambatnya pada
                                      Juni 1999.

                                      Segera setelah itu, dimulailah langkah-langkah persiapan untuk dapat
                                      mendukung perjalanan pemilu pertama pada masa reformasi. Ini anta-
                                      ra lain dengan melakukan beberapa kebijakan.

                                        1.  Revisi tiga UU Politik yang menghasilkan UU No. 2 tentang Partai
                                          Politik, UU No. 3 tentang Pemilihan Umum, UU No. 4 tentang Ke-
                                          dudukan/Susunan anggota DPR/MPR, DPRD 1/11.

                                        2. Seleksi partai politik.
                                        3. Pembentukan badan penyelenggara guna melaksanakan pemilu
                                          pertama era reformasi, yakni dalam hal ini adalah Komisi Pemilihan
                                          Umum (KPU).

                                        4. Pelaksanaan pemilu.


                                      Ketiga  undang-undang  itu  merupakan  satu  bagian  penting  dari
                                      komitmen  pemerintah  untuk  melakukan  reformasi.  Utamanya  yang




           240
   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252