Page 242 - BUKU SEABAD RAKYAT INDONESIA BERPARLEMEN
P. 242

DPR-RI MASA ORDE BARU: MENGUATNYA PERAN NEGARA
                                                                                                         (1967-1998)








































                  menekan  pertumbuhan  penduduk  yang  sangat  tinggi.  Tingkat  per-      Soeharto menyatakan berhenti
                  tumbuhan  penduduk  dapat  ditekan  hingga  1,97  persen  pada  1980-an.     dari Presiden, 21 Mei 1998.
                  Swasembada  pangan  dan  pendidikan  juga  menjadi  perhatian  rezim
                  Orde Baru.


                  Bahkan, pada awal 1990-an keberhasilan dalam memacu pertumbuhan
                  ekonomi yang tinggi, rata-rata 7 persen, menjadikan Indonesia dikla-
                  sifikasikan di antara kelompok negara berkembang yang segera akan
                  menjadi negara industri baru (newly industrialized country), mengikuti
                  jejak negara-negara di Asia lain seperti Taiwan, Korea Selatan, Singa-
                  pura, dan Hong Kong.


                  Namun, 30 tahun kemudian kelangsungan pertumbuhan ekonomi In-
                  donesia itu mulai mengalami krisis dan stagnasi, bahkan menuju ke
                  kebangkrutan.  Letupan  awalnya  adalah  terjadinya  depresiasi,  menu-
                  runnya kurs rupiah atas mata uang asing. Dalam waktu yang tidak lama
                  bidang politik pun terkena imbasnya, yang berujung pada “dijatuhkan-
                  nya” Presiden Soeharto sebagai penguasa tertinggi rezim Orde Baru
                  oleh  kelompok-kelompok  masyarakat  pro-demokrasi  yang  dimotori
                  kalangan mahasiswa pada 21 Mei 1998. Sejak saat itu hingga kini, di
                  Indonesia berlaku tatanan politik baru yang bernama Orde Reformasi.

                  *****





                    dpr.go.id                                                                              235
   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247