Page 377 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 377

Irene Eka Sihombing: Menghidupkan Pencabutan Hak Atas Tanah ...     369


                  Dalam pertimbangan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1973 dinyatakan bahwa bagi
             rakyat  dan  masyarakat  Indonesia  hak  atas  tanah  dan  benda-benda  yang  ada  di  atasnya
             merupakan  hubungan  hukum  yang  penting,  sehingga  apabila  benar-benar  diperlukan,
             pencabutan  hak  tersebut  untuk  kepentingan  umum,  termasuk  kepentingan  Bangsa  dan
             Negara, kepentingan bersama dari rakyat serta kepentingan pembangunan, perlu dilakukan
             dengan hati-hati dan dengan cara-cara yang adil dan bijaksana. Sementara itu  Penjelasan

             Pasal 1 UU 20/1961 menyatakan bahwa oleh karena pencabutan hak itu merupakan tindakan
             yang sangat penting, karena berakibat mengurangi hak seseorang, maka yang memutuskan-
             nya adalah penjabat Eksekutip yang tertinggi, yaitu Presiden.
                  Inpres tersebut menginstruksikan agar pencabutan hak-hak atas tanah dan benda-benda
             yang ada di atasnya supaya hanya dilaksanakan benar-benar untuk kepentingan umum dan

             dilakukan dengan hati-hati serta cara-cara yang adil dan bijaksana, segala sesuatunya sesuai
             dengan  ketentuan  perundang-undangan  yang  berlaku.  Inpres  ini  memberikan  batasan
             tentang  apa  yang  dimaksud  dengan  kepentingan  umum.  Lalu  dalam  perkembangannya,
             peraturan-peraturan tentang pengadaan tanah memberikan pula batasan-batasan mengenai
             apa yang dimaksud dengan kegiatan pembangunan untuk kepentingan umum.

                  Menurut  Inpres  9/1973,  suatu  proyek  pembangunan  dinyatakan  mempunyai  bentuk
             kegiatan dalam rangka pelaksanaan pembangunan yang bersifat kepentingan umum, apabila
             sebelumnya  proyek  tersebut  sudah  termasuk  dalam  Rencana  Pembangunan  yang  telah
             diberitahukan  kepada  masyarakat  yang  bersangkutan.  Jika  suatu  proyek  pembangunan
             Daerah  akan  dinyatakan  mempunyai  bentuk  kegiatan  dalam  rangka  pelaksanaan  pem-

             bangunan yang bersifat kepentingan umum, maka sebelumnya proyek tersebut harus sudah
             termasuk dalam Rencana Induk Pembangunan dari daerah yang bersangkutan dan yang telah
             mendapat  persetujuan  Dewan  Perwakilan  Rakyat  Daerah  setempat.  Rencana  Induk
             Pembangunan harus bersifat terbuka untuk umum. Dalam menerapkan besarnya ganti rugi
             atas tanah/bangunan/tanaman yang berada di atasnya  Panitia Penaksir harus menaksir seca-
             ra obyektif dengan tidak merugikan kedua belah pihak dan dengan menggunakan norma-

             norma serta memperhatikan harga-harga penjualan tanah/bangunan/tanaman di sekitarnya
             dalam tahun yang sedang berjalan.  Pembayaran ganti-rugi kepada orang-orang yang hak atas
             tanahnya dicabut, oleh yang berkepentingan harus dilakukan secara tunai dan dibayarkan
             langsung kepada yang berhak.  Rencana penampungan orang-orang yang hak atas tanahnya

             dicabut,  oleh  yang  berkepentingan  harus  diusahakan  sedemikian  rupa  agar  mereka  yang
             dipindahkan  itu  tetap  dapat  menjalankan  kegiatan  usahanya/mencari  nafkah  kehidupan
             yang layak seperti semula.
                  Jika memperhatikan peraturan perundang-undangan tentang Pencabutan hak ini, maka
             menurut  penulis  ketentuan  ini  sesuai  dengan  teori  Jeremy  Bentham,  bahwa  peraturan
             perundang-undangan  hendaknya  memberikan  kebahagiaan  yang  terbesar  bagi  sebagian

             besar masyarakat (the greatest happiness for the greatest number). Prinsip keadilan terlihat
             pada:
   372   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382