Page 394 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 394
386 Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya
Proyek pembangunan JJLS di Provinsi DI.Yogyakarta telah direncanakan sejak tahun
2002 dan pengadaan tanah telah dimulai sejak tahun 2005 sampai dengan sekarang. Dalam
kurun waktu kurang lebih 11 tahun, tanah yang dapat diperoleh melalui pelaksanaan penga-
daan tanah baru mencapai 55% dari total seluruh kebutuhan tanah. Berangkat dari adanya
fenomena-fenomena tersebut, kajian ini mencoba mendapatkan gambaran pengalaman dan
pembelajaran dari pelaksanaan pengadaan tanah bagi pembangunan kepentingan umum
dengan melihat kasus yang terjadi pada pembangunan JJLS di Provinsi DI. Yogyakarta. Dalam
artikel ini akan diuraikan keseluruhan proses pengadaan tanah untuk pembangunan
infrastruktur mulai dari perencanaan sampai dengan sesudah dilaksanakannya pengadaan
tanah, dimana dalam kegiatan tersebut terdapat relasi/hubungan antara aktor-aktor yang
terlibat didalamnya, yaitu Pemerintah selaku wakil Negara (state) sebagai penyelenggara
pembangunan yang harus berhadapan dengan warga masyarakat (community/society) seba-
gai pemilik tanah yang harus dilepaskan hak atas tanahnya bagi pembangunan kepentingan
umum, serta Pasar yang diwakili oleh sektor swasta/spekulan/pelaku usaha. Dalam kaitannya
dengan proses pengadaan tanah yang mengharuskan adanya penggunaan tanah masyarakat
dimana tanah memiliki arti yang sangat vital bagi kehidupan manusia, memungkinkan
terjadinya benturan-benturan atau ketidaksepahaman yang berpeluang untuk menimbulkan
konflik diantara pemangku kepentingan tersebut. Adanya konflik kepentingan atas tanah
tersebut, tentunya akan menimbulkan permasalahan dalam proses pengadaan tanah untuk
pembangunan kepentingan umum. Bagaimana dan apa saja permasalahan yang muncul
dalam proses pengadaan tanah serta apa penyebabnya membutuhkan analisis untuk menge-
tahui akar permasalahan yang sebenarnya. Diharapkan dengan menngetahui akar perma-
salahan dari kegiatan pengadaan tanah, dapat dirumuskan rekomendasi untuk penyem-
purnaan kebijakan dan implementasi pengadaan tanah untuk kepentingan umum.
B. Tujuan
Kajian ini dibuat untuk mendapatkan pembelajaran dari pelaksanaan pengadaan tanah
untuk kepentingan umum dengan tujuan yang ingin dicapai sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi kendala dalam proses pengadaan tanah pembangunan JJLS Provinsi
DI.Yogyakarta;
2. Mengidentifikasi penyebab munculnya kendala dalam proses pengadaan tanah
pembangunan JJLS Provinsi DI.Yogyakarta.
C. Metodelogi
Makalah disusun berdasarkan penelitian dengan menggunakan pendekatan induktif
kualitatif untuk menggambarkan/mendeskripsikan kendala dalam kegiatan pengadaan
tanah untuk kepentingan umum dan faktor-faktor yang menjadi peyebabnya. Penelitian
dilakukan terhadap proses pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan JJLS baik yang

