Page 396 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 396
388 Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya
A. Kendala Administrasi Pertanahan dalam Penentuan Pihak yang Berhak
Menerima Ganti Kerugian
Dalam UU No. 2 Tahun 2012 pada Bab 1 Pasal 1 disebutkan bahwa pihak yang berhak
adalah pihak yang menguasai atau memiliki objek pengadaan tanah. Semua pihak yang
berhak tersebut harus dapat menunjukkan bukti legal formal pemilikan, pemanfaatan
maupun penguasaannya. Dalam implementasinya, ada banyak ketidaksinkronan antara bukti
legal formal dengan kenyataan di lapangan sehingga berujung pada konflik.
Gambar 2. Kategorisasi “Administrasi Pertanahan” dalam Permasalahan Pengadaan Tanah
(Sumber: Peneliti, 2016)
Penentuan pihak yang berhak harus didasarkan pada kepemilikan alat bukti peman-
faatan maupun penguasaan tanah cukup menyulitkan Satgas inventarisasi dan identifikasi
dalam menentukan pihak yang berhak pada tanah-tanah berstatus SG/PAG serta tanah
tutupan. Dengan adanya UU No. 13 Tahun 2012 Tentang Keistimewaan Yogyakarta, SG/PAG
yang oleh UUPA 1960 (berlaku di DIY pada tahun 1984) dapat menjadi tanah negara (Hak
Menguasai Negara), beralih kembali menjadi tanah kerajaan. Maka, tidak lagi dikenal tanah
negara di DIY. Di DIY, subyek hak atas tanah adalah badan hukum khusus bagi Kasultanan
dan Kadipaten, yaitu ‘Badan Hukum Warisan Budaya’. Ia bukan badan hukum publik dan
juga bukan badan hukum privat seperti yang dikenal dalam administrasi ketatanegaraan di
Indonesia, namun ‘badan hukum khusus’. Status tanahnya diputuskan sebagai ‘tanah milik’,
sehingga tidak tepat jika dikatakan bahwa badan hukum tersebut menerima pelimpahan
kewenangan seturut pengertian hak menguasai negara yang ada. Hal tersebut menjadi
permasalahan karena dalam implementasinya, Panitia Pengadaan Tanah menyerahkan ganti
kerugian kepada pemilik tanah, yaitu Sultan/Pakualam sebagai pihak yang berhak, sementara

