Page 395 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 395

Titin Rohayati, Suryanto, Gunung Radjiman: Permasalahan Pengadaan Tanah pada ...     387


             sudah selesai dilaksanakan maupun sedang dalam proses pelaksanakan, yaitu mulai tahun
             2005  s/d.  September  tahun  2016  dengan  lokasi  penelitian  yang  mencakup  3  wilayah
             Kabupaten di Provinsi DI. Yogyakarta yaitu Kabupaten Kulon Progo, Bantul dan Gunungkidul
             dengan  lokus  lokasi  adalah  Desa  terdampak  proyek  pengadaan  tanah  pembangunan  JJLS

             yang terbagi atas beberapa segmen pengadaan tanah.

             II.  Hasil dan Pembahasan

                  Berdasarkan  waktu  pelaksanaan  serta  landasan  hukum  yang  digunakan,  proses
             pengadaan tanah untuk pembangunan JJLS DIY dapat diklasifikasikan menjadi 2 periode,
             yaitu  Periode  I  dilaksanakan  tahun  2009-2012  dengan  landasan  hukum  PERPRES  No.  36
             Tahun 2005 jo. PERPRES No. 65 Tahun 2006, tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan

             Pembangunan Untuk Kepentingan Umum serta Peraturan Kepala BPN No. 3 Tahun 2007
             sebagai  peraturan  pelaksanaannya,  dan  Periode  II  dengan  landasan  hukum  pelaksanaan
             pengadaan tanah JJLS di Provinsi DI.Yogyakarta adalah Undang-Undang No. 2 Tahun 2012
             tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum beserta peraturan

             pelaksanaannya.
                  Adanya  perubahan  regulasi  sebagai  dasar  hukum  pelaksaan  pengadaan  tanah  JJLS
             tersebut,  ternyata  belum  efektif  dalam  mengurangi  konflik  yang  terjadi  dalam  proses

             pengadaan  tanah.  Ketidakefektifan  tersebut  dapat  terlihat  dengan  munculnya  fenomena-
             fenomena permasalahan dalam proses pengadaan tanah.  Dari hasil penelitian, terdapat 3
             kategori pemasalahan yang dijumpai dalam proses pengadaan tanah untuk pembangunan
             kepentingan umum, yaitu: (1) kendala administrasi pertanahan dalam penentuan pihak yang

             berhak menerima ganti kerugian, (2) ketidaksetaraan proses komunikasi dan informasi yang
             menyebabkan resistensi dari masyarakat dan (3) kompensasi belum memberikan jaminan
             livelihood  bagi  warga  terdampak  pengadaan  tanah,  yang  disebabkan  oleh  3  hal,  yaitu:  (1)
             Lemahnya sistem administrasi pertanahan, (2) Belum adanya beberapa peraturan yang dapat

             mendukung kelancaran dalam pelaksanaan pengadaan tanah, dan (3) Ketiadaan komitmen
             pemerintah, dengan hubungan sebagaimana dijelaskan dalam gambar berikut:












              Gambar 1. Hubungan Antara Permasalahan dan Penyebab Permasalahan dalam Pengadaan
                                            Tanah (sumber: Peneliti, 2016)
   390   391   392   393   394   395   396   397   398   399   400