Page 585 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 585

telah menimbulkan konflik dan sengketa penguasaan tanah karena banyak
            warga yang telah tinggal puluhan tahun, dan mayoritas mendapatkannya
            dengan jual beli.

                 Persoalan lainnya adalah pada tanah-tanah area militer, terutama
            angkatan laut yang menguasai tanah yang sangat luas sebagai area latihan
            tempur. Kondisi tanah area militer tersebut ada juga yang ditinggali oleh
            warga masyarakat. Entah warga itu yang tinggal terlebih dahulu sebelum
            adanya ketetapan area militer, atau warga dengan tidak sengaja telah
            menduduki tanah tersebut. Batas-batas area militer itu hingga kini juga
            belum terdefinisi dengan jelas. Tidak ada demarkasi dengan tugu batas
            definitif di lapangan, sehingga rawan konflik dan sengketa.
                 Menurut Kantah Kota Tarakan, sementara ini diperoleh gambaran
            bahwa tanah yang bisa diterbitkan sertipikat hanya sekitar 35% dari luasan
            pulau. Banyak kawasan yang kini dinyatakan ’terlarang’ bagi terbitnya
            bukti penguasaan/pemilikan tanah bagi warga masyarakat, seperti SIM-
            TN dan sertipikat tanah. Kawasan tersebut meliputi kawasan yang telah
            disebut terdahulu, yaitu antara lain kawasan lindung, kawasan militer, dan
            WKP. Sementara ini pula di kawasan-kawasan tersebut belum terdefinisi
            dengan jelas dan rinci batas-batas fisiknya. Kondisi tersebut membuat
            pihak Kantah selalu berhati-hati dalam mengeluarkan hak atas tanah bagi
            warga masyarakat.
































            554      Hubungan Keagrariaan
   580   581   582   583   584   585   586   587   588   589   590