Page 589 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 589

maka Kepala Kantah menyampaikan permohonan tersebut kepada Kepala
            Kantor Wilayah BPN dengan disertai pendapat dan pertimbangan.
                 Di Kota Tarakan, penerbitan sertipikat saat ini diproses melalui
            mekanisme pemberian hak. Hal ini menandakan bahwa semua bidang
            tanah yang ada merupakan tanah Negara. Tetapi ada kasus lain, sebagaimana
            ditemukan dalam dokumen Buku Tanah di Kantah, bahwa bidang tanah
            yang didaftarkan berasal dari konversi bekas tanah milik adat. Penerbitan
            sertipikat tanah bekas milik adat itu diterbitkan oleh Kantah Kabupaten
            Bulungan sebelum terjadi pemekaran Kota Tarakan.
                 Sesuai dengan ketentuan yang berlaku (PMNA/KBPN 9/1999), maka
            setiap permohonan hak atas tanah Negara diproses atas pertimbangan tim
            Panitia Pemeriksa Tanah A, yang hasilnya dituangkan dalam berita acara
            tanpa dilakukan pengumuman selama 60 hari, sebagaimana diberlakukan
            dalam proses konversi/pengakuan hak atas tanah bekas milik adat. Namun
            dalam pelaksanaannya, proses penerbitan Surat Keputusan Pemberian
            Hak oleh Kepala Kantah terlebih dahulu dilakukan pengumuman selama
            60 hari. Hal ini dilakukan dengan alasan untuk mengimplementasi asas
            publisitas guna menjamin kepastian hukum hak atas tanah.
                 Proses pengumuman selama 60 hari itu dimaksudkan untuk
            memberi kesempatan kepada masyarakat yang mengajukan keberatan
            atas permohonan hak oleh yang berkepentingan. Hal ini mengingat bukti
            tertulis yang dimiliki oleh pemohon (SIM-TN) yang dijadikan ‘alas hak’
            dalam permohonan hak masih diragukan akurasinya, mengingat proses
            penerbitan SIM-TN belum sepenuhnya dilakukan sesuai dengan ketentuan
            yang berlaku. Penerbitan SIM-TN dalam beberapa hal telah menjadi
            persoalan pertanahan, misalnya terjadi tumpang tindih antara SIM-TN
            yang dimiliki oleh seseorang dengan tanah yang dimiliki oleh pihak lain,
            baik berupa SIM-TN maupun sertipikat, tanah penguasaan instansi
            pemerintah, wilayah kerja pertambangan Pertamina, dan peruntukan
            tanah yang mengarahkan tidak diperbolehkan untuk dikeluarkan sertipikat
            kepemilikan. Dengan demikian, prosedur yang dijalankan oleh Kantor
            Pertanahan Kota Tarakan dengan mengumumkan selama 60 hari dalam
            proses pemberian hak atas tanah yang berasal dari tanah Negara dapat
            dibenarkan, dengan alasan pengumuman tersebut dapat dijadikan media
            untuk mengimplementasikan asas publisitas dan upaya mengelakkan
            kesalahan dalam penerbitan sertipikat.




            558      Hubungan Keagrariaan
   584   585   586   587   588   589   590   591   592   593   594