Page 591 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 591

2)   Berasal dari tanah Negara
                 Berdasarkan dokumen warkah pendaftaran tanah di Kantah Kota
            Tarakan, terdapat proses pemberian hak atas tanah Negara yang dilaksanakan
            melalui mekanisme Pemberian Hak. Contoh warkah itu adalah:

            –    Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi
                 Kalimantan Timur tertanggal 27 Januari 1982 nomor 248/HM-Bul/
                 Prona/1982 tentang Pemberian Hak Milik Atas Tanah Negara kepada
                 Tayari, dkk.;
            –    Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi
                 Kalimantan Timur tertanggal 6 Januari 1982 nomor 213/HM-Bul/
                 Prona/1982 tentang Pemberian Hak Milik Atas Tanah Negara kepada
                 Mulyadi, dkk. (79 orang);
            –    Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi
                 Kalimantan Timur tertanggal 31 Desember 1981 nomor 189/HM-
                 Bul/Prona/1982 tentang Pemberian Hak Milik Atas Tanah Negara
                 kepada Mian, dkk. (54 orang);

            –    Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Provinsi
                 Kalimantan Timur tertanggal 7 Januari 1982 nomor 214/HM-Bul/
                 Prona/1982 tentang Pemberian Hak Milik Atas Tanah Negara kepada
                 Jupri, dkk. (128 orang),

                 yang mana dalam diktum ‘MENIMBANG” dari surat-surat
            keputusan tersebut, dinyatakan bahwa tanah yang dimohon adalah tanah
            Negara.
                 Alas hak / bukti tertulis yang dilampirkan dalam permohonan tersebut
            berupa Surat Keterangan Tanah Garapan (SKT) yang dikeluarkan oleh
            Desa dan diketahui oleh Camat di mana letak tanah. Keterangan tersebut
            tidak bersifat baku, tapi hanya surat pernyataan yang menyatakan bahwa
            tanah tersebut merupakan tanah Negara yang dikuasai atau digarap oleh
            pemohon. Apabila terdapat peralihan atas garapan tersebut, maka cukup
            dilampirkan Surat Pelepasan Garapan dari penggarap semula kepada
            pembeli yang diketahui Kepala Desa dan Camat. Selanjutnya sertipikat
            diproses melalui mekanisme Pemberian Hak dengan terlebih dahulu
            dilakukan pemeriksaan tanah oleh Panitia A.
                 Hasil pemeriksaan tanah oleh Panitia A dituangkan dalam Risalah
            Pemeriksaan Tanah, kemudian diusulkan ke Direktorat Agraria Provinsi



            560      Hubungan Keagrariaan
   586   587   588   589   590   591   592   593   594   595   596