Page 674 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 674

Pembedaan taksonomis biasanya hanya berhenti di sana dengan
             mengabaikan bahwa dalam desa perkotaan dan desa perdesaan itu juga
             terdapat taksonomi desa pesisir. Dari 75.410 jumlah desa di Indonesia
             (BPS, 2011), secara statistik jumlah desa pesisir memang “hanya” 10.640
             saja, artinya merupakan lebih dari 14 persen dari jumlah desa di Indonesia.
             Jika dilihat dari segi luas wilayah, desa pesisir mencakup 19 persen dari luas
             desa di Indonesia secara keseluruhan.
                   Isu agraria di desa pesisir, menurut Kusumastanto dan Satria (2011),
             bisa dibedakan menjadi isu agraria yang terjadi di desa pesisir di pulau besar
             (mainland), dengan isu agraria yang terjadi di desa pesisir di pulau kecil
             (small island). Isu kritis di dua jenis desa pesisir itu juga bisa dibedakan
             menjadi dua, yaitu (1) isu kritis di tanah, dan (2) isu kritis di air. Pada
             sumber agraria tanah, masalah yang muncul misalnya adalah mengenai
             status lahan permukiman, pola penguasaan areal tambak, pola penguasaan
             areal produksi garam, dan pola penguasaan areal mangrove.
                   Sedangkan di wilayah perairan, isu agrarianya adalah terkait dengan
             pola produksi perikanan yang merusak, pencemaran ekosistem laut, dan
             hak–hak pengelolaan pesisir oleh nelayan. Selain persoalan–persoalan
             tadi, desa–desa pesisir juga berhadapan dengan soal geopolitik. Karena
             umumnya daerah perbatasan merupakan daerah pesisir, maka isu agararia
             di desa pesisir juga beririsan dengan soal perbatasan, keamanan, dan lain
             sebagainya.



                                                   Ilmu Agraria Lintas Disiplin  643
   669   670   671   672   673   674   675   676   677   678   679