Page 669 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 669
2. Akademi Agraria semarang (AAs)
Menyusul bedirinya Akademi Agraria Yogyakarta, didirikan pula
Akademi Agraria Semarang Jurusan Pendaftaran Tanah dengan Program
S–0 (Sarjana Muda/B.Sc.) pada tanggal 5 Mei 1964 melalui Surat
Keputusan Menteri Pertanian dan Agraria Nomor 136 Kamp/1964.
Pendirian Akademi Agraria Jurusan Pendaftaran Tanah ini dilatarbelakangi
oleh semakin perlunya dilakukan berbagai percepatan dalam memberikan
kepastian hak atas tanah bagi masyarakat melalui pendaftaran tanah.
Dimana diketahui bahwa sumberdaya manusia yang menguasai pendaftaran
tanah masih belum memadai. Operasionalisasi berbagai kegiatan Akademi
Agraria ini diwadahi juga oleh Statuta Akademi Agraria Nomor BP/
III/SK.56/1966 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Agraria dan
Transmigrasi pada tanggal 5 Agustus 1966.
Perubahan konstelasi politik yang terjadi pada rentang waktu satu
dekade sejak berdirinya Akademi Agraria, baik AAY maupun AAS, secara
kelembagaan kedua Akademi Agraria juga mengalami perubahan. Pada awal
berdirinya, kedua pendidikan tinggi tersebut berada di bawah Departemen
Pertanian dan Agraria. Pergeseran rejim penguasa Orde Lama ke Orde Baru
menjadikan pendidikan agraria tersebut ikut bergeser menjadi di bawah
naungan Departemen Dalam Negeri. Hal ini terjadi karena pada tahun
1966, Departemen Pertanian dan Agraria dirubah menjadi Direktorat
Jenderal dan bergabung dengan transmigrasi menjadi Direktorat Jenderal
Agraria dan Transmigrasi yang berada di bawah naungan Departemen
Dalam Negeri. Pergeseran ini membawa implikasi pada penyatuan Akademi
Agraria Yogyakarta dan Akademi Agraria Semarang menjadi Akademi
Agraria Departemen Dalam Negeri (AADDN).
3. Akademi Agraria departemen dalam negeri (AAddn)
Penyatuan kedua Akademi Agraria yang telah ada menjadi Akademi
Agraria Departemen Dalam Negeri dengan Surat Keputusan Menteri Dalam
Negeri Nomor 34 Tahun 1983, tanggal 16 Juni 1983 seolah menumbuhkan
semangat baru dalam studi–studi agraria, dimana penyatuan itu berimplikasi
pada pengaturan jurusan yang ada. Kemunculan Jurusan Pendaftaran Tanah
dan Land Reform, seolah mengisyaratkan bahwa kebijakan dan pelayanan
di bidang pertanahan tidak boleh menafikan land reform. Jurusan ataupun
638 Ilmu Agraria

