Page 670 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 670

program studi yang ada pada Akademi Agraria Yogyakarta dan Akademi
             Agraria Semarang masih bersifat teknis, yakni Jurusan Pendaftaran Tanah
             dan Jurusan Tata Guna Tanah. Kelahiran Jurusan–jurusan: (a) Tata Guna
             Tanah; (b) Pengurusan Hak Tanah; dan (c) Pendaftaran Tanah dan Land
             Reform pada Akademi Agraria Departemen Dalam Negeri menjadikan
             studi–studi agraria berpeluang berkembang menjadi semakin baik. Namun
             demikian, tampaknya pembukaan Jurusan Pendaftaran Tanah dan Land
             Reform tersebut belum memberikan dampak berkembangnya studi–studi
             land reform secara khusus. Bahkan perkembangan kemudian menunjukkan
             hal yang sebaliknya, ketika pada tahun 1987, tepatnya dengan Surat
             Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 85 Tahun 1987 semua jurusan
             yang ada pada Akademi Agraria Departemen Dalam Negeri dihapuskan,
             sehingga program pendidikannya tanpa jurusan.
                   Seiring dengan penghapusan jurusan pada AADDN tersebut
             kelembagaan keagrariaan–pun berubah. Pada tahun 1988 Direktorat
             Jenderal Agraria mengalami peningkatan status menjadi Lembaga
             Pemerintah Non Departemen (LPND) setingkat menteri dengan sebutan
             Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui Keputusan Presiden Nomor 26
             Tahun 1988 tentang Badan Pertanahan Nasional. Perubahan kelembagaan
             ini juga berpengaruh terhadap keberadaan AADDN, yang kemudian
             berubah menjadi Akademi Pertanahan Nasional (APN).
                   Pada titik inilah, baik kelembagaan dan terminologi agraria direduksi
             menjadi pertanahan, meskipun secara politis status kelembagaannya
             dinaikkan menjadi LPND setingkat menteri.



             4.    Akademi Pertanahan nasional (APn)
                   Akademi Pertanahan Nasional (APN) yang ditetapkan melalui Surat
             Keputusan Kepala BPN Nomor 6 Tahun 1989 pada tanggal 1 April 1989
             merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan BPN. APN ini
             menyelenggarakan pendidikan Program D–III Pertanahan. Ditinjau dari
             aspek kemampuan teoritik dan profesional, lulusan APN mempunyai
             kualifikasi Asisten Ahli Pertanahan yang merupakan tenaga menengah di
             lingkungan BPN.
                   Dalam perkembangannya, APN ini hanya berjalan sampai 4
             tahun. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan dan dengan pertimbangan
             perkembangan permasalahan pertanahan yang semakin komplek, maka



                                                   Ilmu Agraria Lintas Disiplin  639
   665   666   667   668   669   670   671   672   673   674   675