Page 688 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 688
tataran pengembangan keilmuannya—sebagai konsekuensinya akhirnya
hanya menciptakan produk keilmuan yang semata mencetak pejabat dan
birokrat yang teknokratis, minim dari penyuburan keilmuan, baik di tingkat
pelembagaan dan diskursus internal yang mendasarinya.
Dari berbagai dampak lanjutan sektoralisasi yang berlangsung,
keilmuan STPN yang dihasilkan juga masih belum memperjelas status
dan posisi Ilmu pertanahan, atau Agraria secara luas, yang idealnya berupa
(1) pendekatan isu atau obyek kajiannya (Agraria), (2) lintas disiplin ilmu
yang mempelajarinya, (3) produk pengetahuan yang beregerak pada level
kajian maupun kebijakan (STPN, 2014: ).
Lalu bagaimana kelembagaan keilmuan agraria—termasuk di
dalamnya intitusi akademik semacam Akademi Agraria Nasional yang telah
berubah menjadi Sekolah Pertanahan Nasional—meletakkan dirinya dalam
diskursus keilmuan yang lebih luas? Adakah ilmu Agraria? Adakah Ilmu
Pertanahan? Bagaimana ia didekati?
Fakta sebenarnya yang menjelma dihadapan kita adalah Agraria
dalam rumusan kelembagaan maupun keilmuannya diperlakukan secara
tersektoralisasi sehingga problem mendasar agararia sebagai sistem padu
dari mulai permasalah energi, mineral, pertanian, kehutanan, kelautan,
dll. menjadi terpecah dan tak padu. Dengan cara itu tumpang tindih
kelembagaan penanganan permasalahan Agraria, secara sektoral, serta
tugas–tugas dan kewenangan kelembagaan yang parokial semakin jauh dari
solusi fundamental, sulit melakukan reformasi kelembagaan pemerintah
maupun akademik secara mendasar. Lalu bagaimana merumuskan bangun
filsafat ilmu Agraria dalam karut marut kelembagaan maupun riuh rendah
policy–making yang abai terhadap tesis mendasar Agraria?
C. kelembagaan Agraria vis a vis Policy Making
Dalam rumusan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) yang
merupakan satu–satunya lembaga pengembangan kajian pertanahan secara
khusus maupun kajian Agraria secara luas, Konsep agraria (atau pertanahan)
menjangkau tiga level wilayah:
Ilmu Agraria Lintas Disiplin 657

