Page 292 - Konstitusionalisme Agraria
P. 292

Pemerintah pusat paling mengetahui
            Mahkamah Konstitusi berpendapat bahwa upaya menjamin
            pemanfaatan sumber daya hutan yang berkelanjutan dan berwawasan
            lingkungan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah
            daerah, karena pemerintah pusat yang paling mengetahui beban
            dan pengaruh ekosistem hutan secara keseluruhan antar wilayah
            pemerintah daerah yang tidak bisa dipisah-pisahkan menurut
            kawasan/wilayah pemerintahan daerah masing-masing. Jika seluruh
            kewenangan pengelolaan kawasan hutan diserahkan kepada daerah
            maka potensial terjadi ketidakseimbangan pengelolaan lingkungan
            antar daerah yang dapat merusak ekosistem.
                 Apalagi, menurut keterangan pemerintah, sebagian besar
            kegiatan pertambangan merupakan kegiatan tambang terbuka yang
            secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap
            lingkungan sekitarnya. Pada akhirnya hal tersebut mengakibatkan
            terjadinya degradasi hutan, erosi, dan banjir, terutama pada
            daerah hilir. Kegiatan pertambangan akan berdampak buruk
            bagi kelangsungan ekosistem hutan, sehingga untuk menjamin
            terselenggaranya pembangunan berwawasan lingkungan dan
            berkelanjutan sebagaimana dimaksud Pasal 33 ayat (4) UUD
            1945, negara harus dapat tetap mengontrol dan mengawasi proses
            eksploitasi sumber daya alam. Dalam hal ini peran negara dimaksud
            dilaksanakan oleh pemerintah pusat.



            Hutan dan pelestarian ekosistem
            Isu mengenai pertambangan, kehutanan, dan pengelolaan sumber
            daya lainnya tidak dapat dilepaskan dari permasalahan pelestarian
            lingkungan dan konsep pembangunan lingkungan berkelanjutan
            yang diamanatkan oleh Pasal 33 ayat (4) UUD 1945. Isu pengelolaan
            kehutanan bukan sekadar permasalahan kewenangan administratif
            (pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah)
            namun merupakan permasalahan pengelolaan lingkungan dan
            keseimbangan ekosistem. Pengelolaan lingkungan yang salah dan
            tidak terencana dengan baik akan berdampak pada berkurangnya


                                      Konstitusi Agraria dan Mahkamah Konstitusi     261
   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297