Page 309 - Konstitusionalisme Agraria
P. 309

24.  PUU Migas III: Pengujian konstitusionalitas BP Migas
                 Perkara No. 36/PUU-X/2012 mengenai Pengujian UU No. 22
            Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi diajukan oleh Pengurus
            Pusat Muhammadiyah, sejumlah organisasi sosial dan keagamaan
            serta oleh individu-individu. Pada intinya permohonan ini mencakup
            enam hal pokok yaitu: (a) Kedudukan dan wewenang Badan
            Pelaksana Minyak dan Gas Bumi, selanjutnya disebut BP Migas; (b)
            Kontrak kerja sama Migas; (c) Frasa “yang diselenggarakan melalui
            mekanisme persaingan usaha yang wajar, sehat, dan transparan”; (d)
            Posisi BUMN yang tidak bisa lagi monopoli; (e) Larangan penyatuan
            usaha hulu dan hilir; dan (f) Pemberitahuan KKS kepada DPR. Dalam
            putusannya yang dibacakan pada 13 Novmber 2012, Mahkamah
            Konstitusi mengabulkan sebagian dari permohonan tersebut, yakni
            tentang keberadaan BP Migas.


            Tolak ukur penguasaan negara

            Menurut Mahkamah, Pasal 33 UUD 1945, menghendaki bahwa
            penguasaan negara itu harus berdampak pada sebesar-besar bagi
            kemakmuran rakyat. Dalam hal ini, “pengertian dikuasai oleh
            negara” tidak dapat dipisahkan dengan makna untuk “sebesar-besar
            kemakmuran rakyat” yang menjadi tujuan Pasal 33 UUD 1945. Hal
            ini memperoleh landasannya yang lebih kuat dari UUD 1945 yang
            dalam Pasal 33 ayat (3) menyatakan, “Bumi dan air dan kekayaan alam
            yang terkandung di dalamnya dikuasi oleh negara dan dipergunakan
            untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”
                 Dengan adanya anak kalimat “dipergunakan untuk sebesar-
            besar kemakmuran rakyat” maka sebesar-besar kemakmuran rakyat
            itulah yang menjadi ukuran bagi negara dalam menentukan tindakan
            pengurusan, pengaturan, atau pengelolaan atas bumi, air dan
            kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Apabila penguasaan
            negara tidak dikaitkan secara langsung dan satu kesatuan dengan
            sebesar-besar kemakmuran rakyat maka dapat memberikan makna
            konstitusional yang tidak tepat. Artinya, negara sangat mungkin
            melakukan penguasaan terhadap sumber daya alam secara penuh


               278     Konstitusionalisme Agraria
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314