Page 363 - Konstitusionalisme Agraria
P. 363

Kelompok judicial renstrain yang hendak membatasi aktivisme
            yudisial menjaga agar undang-undang yang dihasilkan oleh
            parlemen tidak sesuka hatinya diotak-atik oleh pengadilan sebab
            undang-undang merupakan perwujudan dari kehendak rakyat
            yang disalurkan melalui parlemen. Dengan kata lain, aktivisme
            yudisial yang berlebihan mengganggu demokrasi, sebab kesepakatan
            mayoritas wakil rakyat dalam membentuk undang-undang diubah
            oleh segelintir hakim di pengadilan. Kelompok ini mewanti-wanti
            supaya demokrasi tidak berganti menjadi yuristokrasi, pemerintahan
            oleh para yuris (ahli hukum). Sedangkan kelompok aktivisme
            yudisial percaya bahwa hakim perlu hadir untuk menjaga kehidupan
            demokrasi berdasarkan konstitusi. Ketika hukum dan demokrasi
            kehilangan pegangan, maka hakim dapat menciptakan hukum
            atau memberikan makna baru dalam kehidupan berhukum. Tugas
            hakimlah mendobrak kebekuan-kebekuan untuk membebaskan
            masyarakat dari kerangkeng yang mengganggu pemenuhan hak dasar
            warga negara. Padangan demikian ini oleh begawan hukum Satjipto
            Rahardjo disebut sebagai aliran hukum progresif (Rahardjo, 2007).
                 Hukum progresif pun menjadi semangat bagi para hakim
            konstitusi dalam menjalankan tugasnya. Mahfud MD (2011:190)
            semasa menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi menyampaikan
            bahwa: “Pemikiran hukum progresif turut memberikan dorongan
            khusus bagi kami, para Hakim Konstitusi, agar terus menggunakan
            hati nurani dalam mengawal konstitusi guna memberikan keadilan
            yang sesungguhnya di tengah-tengah masyarakat.” Bahkan Mahfud
            MD dalam banyak kesempatan menyampaikan berkali-kali bahwa
            pada saat ia memimpin Mahkamah Konstitusi, dia mengikuti aliran
            hukum progresif. Semangat hukum progresif tidak saja pada hakim
            konstitusi, Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi,  Janedjri M
            Gaffar bahkan memperoleh gelar doktor dari Universitas Diponegoro
            dengan disertasi berjudul “Rekontruksi Kewenangan Mahkamah
            Konstitusi dan Penanganan Perkara Pemilihan Umum untuk
            Mewujudkan Pemilihan Umumyang Demokratis dalam Perspektif
            Hukum Progresif.”




               332     Konstitusionalisme Agraria
   358   359   360   361   362   363   364   365   366   367   368