Page 152 - Keadilan Agraria dan Penataan Ruang Sebagai Basis Integrasi Bangsa
P. 152
berhubungan dengan penataan ruang mulai dari proses
perencanaan, pemanfaatan ruang, dan pengendalian
pemanfaatan ruang. Melalui rumah aspirasi ini masyarakat
dapat menyalurkan aspirasinya terkait dengan penataan
ruang, ikut serta dalam mengawasi pelaksanaan rencana
tata ruang yang telah ditetapkan untuk dilaporkan kepada
pihak yang berwenang dan mengajukan keberatan
terhadap keputusan pemerintah pada pembangunan yang
dianggap tidak sesuai dengan rencana tata ruang. Tidak
hanya aspirasi tentang tata ruang, Rastaru ini bisa
berfungsi untuk menghimpun aspirasi dalam bidang lain
yang berkaitan dengan kebijakan publik serta menjadi
pusat kegiatan masyarakat seperti diskusi terbuka warga,
pelatihan kelompok masyarakat dan lainnya.
Idealnya rumah aspirasi ini diadakan di setiap
kelurahan untuk daerah perkotaan/kabupaten yang besar.
Dengan adanya rumah aspirasi ini diharapkan setiap
pembangunan yang akan dilaksanakan di suatu daerah
dapat sesuai dengan tujuan utama pembangunan yaitu
kesejahteraan masyarakat. Konsep yang digunakan dalam
menghimpun aspirasi adalah dengan membentuk Focus
Group Discussion (FGD). Ketika pemerintah menyampaikan
pemberitahuan akan adanya forum pelibatan masyarakat
dalam evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
kecamatan di wilayahnya serta memberikan data-data yang
berkaitan dengan RTRW, maka pihak kelurahan
mengadakan diskusi terbuka dengan seluruh elemen
masyarakat untuk menghimpun usulan dari masyarakat
129

