Page 153 - Keadilan Agraria dan Penataan Ruang Sebagai Basis Integrasi Bangsa
P. 153
mengenai rencana tata ruang dan memberikan masukan
terhadap RTRW. Namun, perlu dicatat bahwa dalam
diskusi harus terdapat fasilitator/moderator yang
kompeten berasal dari Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) dan
telah melalui proses pelatihan terlebih dahulu, unsur
fasilitator ini sangat pen-ting dalam menentukan
keberhasilan forum. Fasilitator harus mampu berperan
sebagai pembangun suasana, motivator (penyemangat),
mediator (pengatur diskusi), dan sekaligus konduktor
(pengarah konsistensi diskusi).
Setelah aspirasi masyarakat berhasil dihimpun dari
diskusi tersebut, maka hasil diskusi dituangkan ke dalam
berita acara pelaksanaan forum dan selanjutnya diadakan
pemilihan wakil masyarakat (Dewan Kelurahan) untuk
menyampaikan aspirasi dalam FGD tingkat kecamatan
yang melibatkan stakeholders pemerintah kota serta pihak
pengembang untuk tahap umpan balik dan penetapan
keputusan. Dalam tahap umpan balik akan dipresentasikan
hasil dan pengolahan aspirasi, yang selanjutnya akan di-
lakukan pembahasan untuk mendapatkan keputusan
bersama. Hasil pelaksanaan FGD di tingkat kecamatan
kemudian dituangkan kedalam berita acara pelaksanaan
forum.
Lalu apa fungsi rumah aspirasi ini setelah proses
tersebut? Setelah proses penetapan kebijakan
dilaksanakan, rumah aspirasi ini dapat digunakan sebagai
tempat diskusi warga beserta perangkat kelurahan tentang
hal-hal yang menyangkut dengan pemanfaatan ruang,
130

