Page 21 - Penataan dan Pengelolaan Pertanahan yang Mensejahterakan Masyarakat (Hasil Penelitian Strategis PPPM STPN 2014)
P. 21

PPPM - STPN Yogyakarta                                                                                             Penataan dan Pengelolaan Pertanahan yang Mensejahterakan Masyarakat

            mengerjakan secara tetap maupun berpindah-pindah dan kemudian                                     (2)  Tanah Kalakeran Negeri atau Desa
            secara  turun  temurun  masih  berada  di  lokasi  tersebut  dan                                      Tana’ kalakeran oem banoea (tanah kalakeran negeri atau
            mempunyai  tanda-tanda  fisik  berupa  sawah,  ladang,  hutan  dan                                    desa)  yang  pada  mulanya  dirombak  dan  dikerjakan  oleh
            simbol-simbol  berupa  makam,  patung,  rumah  adat,  dan  bahasa                                     sesuatu negeri atau desa, misalnya untuk tanaman kopi;
            daerah yang ada di Negara Republik Indonesia. Dengan kata lain,                                   (3)  Tanah Kalakeran Keluarga
            untuk  dapat  disebut  sebagai  tanah  adat  maka  ada  seperangkat                                   Tana’  oen  taranak  (tanah  kalakeran  keluarga)  yang
            fasilitas  umum  yang  layaknya  ada  dalam  sebuah  kehidupan                                        dirombak atau dibeli oleh seorang kepala keluarga (Dotu
            komunitas adat.                                                                                       atau Datuk) dan sampai turun temurunnya belum pernah


            1.  Tanah Adat di Sulawesi Utara                                                                      dibagi-bagi. 7

                Status  tanah  di  Kabupaten  Minahasa  didominasi  oleh  tanah                               Tanah  kalakeran  desa  adalah  tanah  kalakeran  yang  dimiliki
            milik adat atau lebih populer dengan istilah tanah pasini dan tanah                               desa  diperuntukkan  bagi    kegiatan–kegiatan  desa  untuk
            kalakeran. Diperkirakan luas tanah pasini dan kalakeran tersebut                                  kepentingan  masyarakat  adat  di  desa  tersebut.  Sedangkan
            mencapai 80% dari luas wilayah kabupaten Minahasa, yaitu sekitar                                  tanah kalakeran keluarga atau famili adalah tanah dengan hak
            335.136 ha dan sisanya kurang lebih 83.784 ha adalah tanah negara                                 ulayat  yang  diberikan  kepala  suku  pada  seseorang  karena  ia
            yang terdiri dari hutan lindung, hutan produksi, ex hak barat (HGU)                               yang  pertama  kali  membuka  tanah  tersebut  untuk  kemudian

            dan sebagainya. 5                                                                                 dapat diwariskan pada keturunannya.  8
                Menurut L. Adam, tanah-tanah adat yang terdapat di Minahasa                                       Terhadap tanah-tanah kalakeran tersebut, tidak dilakukan
            antara lain: 6                                                                                    pendaftaran haknya secara kadastral tetapi hanya didaftar pada
                                                                                                              daftar tanah yang ada di desa (negeri). Demikian pula ada tanah
            a.  Tanah Kalakeran
                                                                                                              yang terdaftar yang menjadi milik walak, hak tersebut disebut
                Ada beberapa macam tanah Kalakeran, yaitu:
                                                                                                              Tanah Hak Adat.
                (1)  Tanah Kalakeran Distrik
                    Tana’  kalakeran  oem  balak  (tanah  kalakeran  pakasaan                             b.  Tanah Pasini
                    atau distrik) yang contohnya terdapat di Wenang (sekarang                                 Tanah Pasini yang dalam masyarakat di Kabupaten Minahasa

                    Manado),  tanah  kalakeran  distrik  Tomohon,  Langowan,                                  dikenal  sebagai  hak  perorangan  atas  tanah,  pada  mulanya
                    Kakas, Tondano dan lain-lain;                                                             kepemilikan  tanah  adalah  secara  bersama,  jadi  merupakan
                                                                                                              tanah kalakeran yang diberikan kepada tiap-tiap awu (keluarga)
                                                                                                              untuk  menjadi  tanggung  jawabnya.  Jika  hal  ini  terjadi  maka
                                                                                                              berakhirlah kedudukan tanah kalakeran sebagai milik bersama


                                                                                                          7   Sri Rahayu Soeripto, Penggunaan Tanah Adat untuk Kepentingan Pembangunan di
            5   Kumaunang, Pola Penguasaan, Pemilikan, dan Penggunaan Tanah Secara Tradisional                Kecamatan  Langowan  Kabupaten  Minahasa  Provinsi  Sulawesi  Utara,  Universitas
                Daerah Sulawesi Utara, Bina Aksara, Jakarta, 1994, hal. 72                                    Diponegoro, Semarang, 2007, hal 29.
            6   L. Adam, Adat Istiadat Suku Minahasa, Bharatara, Jakarta, 1982, hal. 65                   8   L . Adam, Op.cit, hal. 60

            20                                                                                                                                                           21
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26