Page 14 - Reforma Agraria (Penyelesaian Mandat Konstitusi)
P. 14

M. Nazir Salim & Westi Utami

            kan oleh para tokoh yang kompeten dan kredibel. Akibatnya hari-
            hari ini kita justru harus  memanen ragam dampak buruk yang kian
            menjauh dari pencapaian kesejahteraan masyarakat (pedesaan),
            termasuk ihwal penegakan  keadilan agrarianya.

                Hal yang lebih mengenaskan lagi adalah fakta bahwa proses legis-
            lasi hukum yang bersangkut paut dangan ikhtiar penataan sumber-
            sumber agraria seperti tidak mengoreksi kelemahan dan penyim-
            pangan yang tengah terjadi. Undang-undang dan kebijakan-kebijakan
            sektoral seperti semakin memperberat tekanan kepada tanah dan sum-
            ber-sumber agraria yang senyatanya telah digayuti oleh beban faktor-
            faktor obyektif seperti pertambahan penduduk, desakan kebutuhan
            atas sarana dan prasarana permukiman, industri, transportasi, fasilitas
            sosial dan umum lainnya. Akibatnya krisis ekologi, konversi tanah-
            tanah pertanian, ketimpangan penguasaan sumber-sumber agraria,
            sengketa dan  konflik agraria, dan lain-lain  justru semakin tajam.
            Apalagi aneka proses legislasi hukum tersebut malahan cenderung
            sebagai karpet merah untuk penetrasi pasar neo liberal yang lebih
            merangsek sendi-sendi kehidupan sehari-hari masyarakat.

                Padahal meninggikan harkat kemanusiaan dan keberadaban kehi-
            dupan masyarakat sebagaimana dimaknai oleh Pancasila, falsafah negara
            Republik Indonesia, jelas menitahkan pemegang mandat konstitusi agar
            politik dan kebijakan agraria bisa menggapainya, melampaui (beyond)
            aspek-aspek fungsional—pragmatis semata.
                Selamat kepada para penulis  yang telah berhasil merangkai kembali
            alur ‘episode demi episode pasang surut upaya menerapkan politik Refor-
            ma Agraria Indonesia dengan jalinan cerita yang menggugah. Nukilan
            implementasi Reforma Agraria dari lapangan  Sumatera Selatan membe-
            rikan secercah harapan tentang masih adanya kemauan politik untuk
            mengejawantahkannya walau jauh dari harapan. Namun Ini penting seba-
            gai bagian dari ikhtiar meniscayakan penuntasan mandat konstitusi agra-
            ria sebagai dasar legalitas sekaligus legitimasi sosial bagi tercapainya
            Indonesia sejahtera yang berkeadilan agraria.


                                                   Bogor, awal November 2019

              xiv
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19