Page 315 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 315
Ahmad Nashih Luthfi
Sebagian ide Gunawan Wiradi yang bermetamorfosa menja-
di diskursus adalah gagasan tentang reforma agraria. TAP-MPR
No. IX/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan
Sumberdaya Alam merupakan institusionalisasi gagasan tersebut.
Gagasan ini bukan diusung olehnya pribadi namun secara bersa-
ma-sama dengan pihak lain. Meski demikian, Gunawan Wiradi
akhirnya tidak setuju dengan klausul-klausul yang berbunyi di
dalam TAP tersebut. Ada upaya pihak-pihak lain yang meme-
lintir, membelokkan, bahkan memandulkan TAP itu dengan cara
memisahkan antara payung hukum pembaruan agraria dan pa-
yung hukum pengelolaan sumberdaya alam.
Ide landreform by leverage Gunawan Wiradi semakin membe-
narkan pilihan perjuangan gerakan tani yang telah ada. Akan
tetapi idenya tentang pendirian Badan Otorita Reforma Agraria
tidak bersambut.
Proses mendesakkan gagasan menjadi diskursus atau ide
diresepsi menjadi kebijakan berjalan melalui serangkaian taha-
pan, rute, dan strategi. Antara kritik dan negosisasi tidak jarang
dilakukan. Dua ilmuwan yang dikaji tidak hanya memberi “re-
aksi” atau “respon” terhadap isu pembangunan, terlebih melaku-
kan afirmasi terhadapnya, akan tetapi juga melakukan “kritik”
bahkan “aksi kreatif” atau “ide alternatif”, dan “counter argument”
terhadap mainstream pembangunan. Hal ini sangat disadari, sebab
jika tidak maka tidak ubahnya mereka akan berperan sebagai
konsultan. Akan tetapi detail-detail proses tersebut berada di luar
jangkauan penelitian ini.
Uraian berikut, disertai tabel, menjelaskan posisi ontologi,
epistemologi, dan aksiologi Mazhab Bogor.
262

