Page 320 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 320

Melacak Sejarah Pemikiran Agraria


               kewarganegaraan menjadi kunci dan cita-cita bagi eksisnya suatu
               negara pasca kolonial.
                   Cita-cita dan cara pandang Mazhab Bogor adalah menem-
               patkan Reforma Agraria sebagai agenda bangsa berkesinambu-
               ngan (continue) dengan cita-cita para pendiri bangsa (founding
               peoples). Mereka telah berperan menjadi jembatan penghubung
               antar generasi dari kelangkaan pengetahuan tentang masalah-
               masalah agraria di Indonesia. Dengan peran mereka tersebut,
               disertai kemampuan berdialog dengan segenap pihak yang mem-
               beri pengaruh pada perubahan agraria di Indonesia (studi, kebija-
               kan, dan gerakan), studi agraria di Indonesia dapat direvitalisasi
               kembali.
                   Dengan demikian, “Mazhab Agraria Bogor” adalah suatu
               aliran keilmuan yang menaruh perhatian pada lapis terbawah ma-
               syarakat pertanian pedesaan dan senantiasa menyarankan pen-
               tingnya penataan ulang atas ketimpangan struktur agraria Indo-
               nesia. Dengan pilihan inilah mereka mendobrak elitisme pemba-
               ngunan pedesaan di Indonesia. Para perintis aliran itu adalah
               Prof. Dr. Sajogyo, Prof. Dr. Sediono M.P. Tjondronegoro, dan
               Dr. Hc. Gunawan Wiradi.
                   Dengan tetap meyakini bahwa aset produksi harus tetap ada
               di tangan masyarakat tani dan dijamin oleh negara, serta satuan
               usaha tani keluarga tetap dapat disebut sebagai “bisnis atau per-
               usaha-an”, maka pandangan mereka terhadap arah transformasi
               agraria adalah populis, bukan kapitalis, sosialis, ataupun komu-
               nis.
                   Yang tidak menjadi perhatian pemikiran Prof. Dr. Ir.
               Sajogyo dan Dr. HC. Gunawan Wiradi, M.Soc. Sc. dalam studi
               agraria mereka adalah melihat relasi kekuasaan dalam pengertian
               relasi modal. Mereka hanya melihat bagaimana posisi dan peran
               rakyat di satu sisi, ilmuwan, dan kekuasaan negara di sisi lain.
               Bagaimana modus dan proses kapitalisasi menggurita, membelit
               berbagai pihak, hingga masuk ke konsumsi rumah tangga dengan
               cara-cara yang baru pula, menjadi “the new agrarian questions” bagi
               para pemikir agraria generasi selanjutnya.


                                                                       267
   315   316   317   318   319   320   321   322   323   324   325