Page 324 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 324
Epilog
Dari Bogor untuk Rakyat Indonesia
Francis Wahono, Ph. D
Direktur Yayasan Cindelaras Paritrana, Yogyakarta.
Buku sejarah pemikian agraria ini sejatinya bertutur menge-
nai Mazhab Bogor di bidang ilmu sosial terapan. Mazhab Bogor
ini sebetulnya mewarisi pemikiran sosialisme kerakyatan. Tradisi
pemikirannya bisa dilacak sejauh Kitab Taurat, Injil dan Al
Qur’an. Pemikirannya juga dibakukan oleh para Bapak Gereja,
sebagaimana dirumuskan dalam diktum berikut: hak kepemilikan
pribadi hanya dapat dibenarkan sejauh mempunyai fungsi sosial,
atau ke bonum commune (kesejahteraan bersama atau umum).
Semua yang didiskusikan oleh para pelaku Mazhab Bogor adalah
bahwa penyelesaian masalah kemiskinan dan ketimpangan,
khususnya yang terkait dengan masalah agraria, kuncinya adalah
pada penguasaan sarana-sarana produksi keagrariaan. Sarana pro-
duksi itu bisa berarti tanah, air, keanekaragaman hayati, udara,
dan sebagainya. Apapun positifnya intervensi negara maupun
swasta dan swadaya rakyat dalam rangka pengurangan kemis-
kinan dan pemerataan pendapatan, atau dalam rangka mening-
katkan kemakmuran rakyat, jika penguasaan sarana-sarana pro-
duksi masih timpang, akhirnya toh tidak membawa kepada
penyelesaian sejati, atau bahkan semakin memperparah keti-
dakadilan sosial. Oleh karena itu, diskusi tentang keadilan, perta-
nian, dan pembangunan, pokok kunci persoalannya selalu kem-
271

