Page 323 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 323

Ahmad Nashih Luthfi


               menurut Max Weber) dan bukan profesionalisme, yang dalam
               pengalaman mereka memberi kerangka kerja, proses, dan tujuan
               bagaimana sebuah gagasan itu seharusnya diproduksi. Sikap
               keberpihakan itulah yang sekaligus membedakan apakah tujuan
               tadi hanya berupa “dalih” ataukah “galih”. Posisi dan kesadaran
               akan posisi (positionality) mempengaruhi isi dan cara pengetahuan
               disajikan sangat disadari keduanya.
                   Jika profesionalisme mendasarkan diri pada sikap netralitas,
               tergantung pada siapa yang memesannya (penguasa), maka vo-
               kasional melekatkan diri pada siapa yang seharusnya dibela
               (pihak yang lemah). Vokasionalitas itu ditempuh dengan cara
               memberi perhatian pada struktur paling lemah dalam kelas sosial
               pedesaan. Jika prinsip ini diterima, kelangkaan atau absennya
               analisa Marxis pada suatu periode yang diyakini mampu mem-
               bongkar ketimpangan struktural masyarakat dan konteks pemba-
               ngunan yang menjadi ideologi ekonomi pertumbuhan Orde Baru,
               tidak lantas menjadi persoalan bagi mereka dalam mengem-
               bangkan ilmu yang relevan. Dengan itu mereka terbebas dari tu-
               duhan “kemandegan ilmu-ilmu sosial”.
                   Vokasionalitas itu tidak lantas buta terhadap kritik ilmiah,
               mengingat keduanya juga seorang expertise dalam teori, metode
               dan metodologi, dan kritik menjadi bagian darinya. Maka yang
               menjadi persoalan bukanlah benar-salahnya netralitas (tidak ber-
               pihaknya) ilmu pengetahuan, namun dalam kondisi dan suasana
               macam apa klaim netralitas itu lahir, dikukuhkan, disebar-
               luaskan, lantas dianut oleh kelompok tertentu. Inilah tugas ilmu
               sosial, lebih-terutama ilmu sejarah.

















               270
   318   319   320   321   322   323   324   325   326   327   328